Jadwal Musim Tanam Padi di Kendal Diprediksi Mundur Bulan Januari 2020

Musim tanam padi di Kabupaten Kendal dipastikan mundur hingga awal 2020.

Jadwal Musim Tanam Padi di Kendal Diprediksi Mundur Bulan Januari 2020
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Tanam padi serentak 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Musim tanam padi di Kabupaten Kendal dipastikan mundur hingga awal 2020.

Musim Tanam yang seharusnya bisa dilakukan pada bulan November harus mundur hingga Bulan Januari 2020.

Mundurnya musim tanam itu dikarenakan kemarau panjang tahun ini yang terjadi hingga bulan November.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kendal, Tardi mengatakan meski saat ini hujan beberapa kali turun namun belum cukup untuk mengisi saluran-saluran air untuk mengairi sawah.

Hal itu membuat sawah-sawah tidak mendapatkan cukup air untuk dilakukan proses tanam.

"Musim tanam dilakukan secara serentak di wilayah Kendal pada awal Januari. Prediksi pada bulan April sudah dapat dilakukan panen," ujarnya, Minggu (10/11/2019)

Petani Tembakau di Temanggung Yakin Kualitas Panen Lebih Baik Meski Musim Tanam Tak Serentak

Musim Tanam Mundur, Harga Gabah di Banyumas Cenderung Stabil

Musim Tanam Mundur karena El Nino, Dintan Banyumas Sarankan Petani Tanam Varietas Tahan Kekeringan

Ia menambahkan nantinya pada tahun 2020 petani hanya melakukan proses panen padi hanya dua kali saja.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa tiga kali proses pemanenan.

"Saya pun berharap agar pemerintah juga melakukan revisi jadwal pengeringan saluran air yang jatuh tiap bulan september. Karena saat ini musim sudah banyak berubah sehingga jadwalnya pun harus disesuaikan " tuturnya

Kepala Seksie Kedaruratan dan Keselamatan, BPBD Kendal, Slamet mengatakan bahwa musim kemarau di Kabupaten Kendal akan berakhir pada Bulan November.

Pihaknya pun menghimbau para warga memanfaatkan musim kemarau untuk mempersiapkan diri menghadapi musim penghujan.

"Musim penghujan kemungkinan akan mundur sampai akhir Bulan November, oleh karena itu kami juga menghimbau para warga melakukan antisipasi karena hal ini akan berdampak pada mundurnya jadwal penanaman, kesehatan dan ketahanan pangan " pungkasnya.

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved