Trans Semarang Uji Coba Bus Low Deck Mulai Senin, Ongkos Sesuai Tarif Biasa
Bertepatan Hari Pahlawan, BRT Trans Semarang memperkenalkan bus low deck chassis K250 UB - 4X2 di halaman Balaikota Semarang, Minggu (10/11/2019).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertepatan Hari Pahlawan, BRT Trans Semarang memperkenalkan bus low deck Scania chassis K250 UB - 4X2 di halaman Balaikota Semarang, Minggu (10/11/2019).
Bus ini akan beroperasi di Koridor I rute Mangakang-Penggaron mulai Senin (11/11/2019) besok, diuji coba selama satu bulan.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan bus low deck ini akan beroperasi pagi dan sore.
Masing-masing dua trip hingga 30 November 2019.
"Selama sosialisasi, kami lihat antusiasme masyarakat tinggi.
Kami sedang berkomunikasi dengan Scania, jika memungkinkan uji coba lebih dari satu bulan," ungkap Ade.
Bus low deck ini lebih ramah difabel dibanding BRT Trans Semarang yang saat ini beroperasi.
Pasalnya, pintu bus sejajar dengan pedestrian sehingga akan memudahkan para difabel saat menaiki armada.
Halte untuk bus low deck ini belum tersedia.
Sementara selama uji coba, bus akan berhenti di sebelah halte Trans Semarang.
"Karena kami masih trial, halte memang belum ada.
Nanti bus akan berhenti di sebelah halte.
Kalau sebelum halte, menjadi tempat penurunan penumpang.
Setelah halte menjadi tempat naik penumpang.
Kemudian setelah uji coba kami akan evaluasi seperti apa nanti, termasuk halte," tutur Ade.
Bus low deck berkapasitas 41 tempat duduk, menghadap depan dengan seat 2x2.
Terdapat 2 kursi lipat, 1 tempat kursi roda, 1 kursi untuk operator, dan 25 pegangan untuk penumpang yang berdiri.
Kapasitas memang lebih sedikit Jika dibanding bus Trans Semarang yang saat ini beroperasi.
Namun, kenyamanan lebih baik.
Pasalnya, bus ini dilengkapi dengan berbagai teknologi.
"Contoh, ketika pintu terbuka gas tidak bisa dioperasikan.
Kalau pintu ditutup, baru bisa dioperasionalkan.
Di dalam bus juga dilengkapi dengan 7 CCTV dan pengaman untuk kursi roda", imbuhnya.
Bus ini diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Pengguna jasa hanya membayar tarif sebesar Rp 3.500 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar maupun mahasiswa.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyambut baik uji coba bus low deck ini.
Pihaknya akan melihat respons masyarakat selama uji coba satu bulan ini.
Jika respons mereka baik, Pemkot merencanakan untuk mengoperasikan bus tersebut.
Menurut Hendi, bus jenis low deck butuh investasi yang tinggi.
Terutama untuk perubahan halte di Kota Semarang.
"Kalau pakai bus ini, akan pakai investasi yang total terutama halte-halte.
Cuma kalau respons masyarakat cukup baik akan kami desain dan rencanakan untuk pembelian bus low deck," tandasnya. (eyf)