Alasan Ketua Lokalisasi Gambilangu Semarang Minta Tali Asih Wanita Pekerja Seks Berwujud Uang Tunai

Ketua Lokalisasi Gambilangu, Kaningsih membeberkan alasan tak menyepakati bantuan dalam wujud barang usaha.

Alasan Ketua Lokalisasi Gambilangu Semarang Minta Tali Asih Wanita Pekerja Seks Berwujud Uang Tunai
Tribun Jateng/ dok
Sekitar 50 Pekerja Seks Komersial melakukan pemeriksaan screening di Balai Pertemuan, Kompleks Loka Lokalisasi Gambilangu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para wanita pekerja seks (WPS) di lokalisasi Gambilangu atau dikenal dengan GBL siap mendukung program Pemerintah terkait penutupan prostitusi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Lokalisasi Gambilangu, Kaningsih, saat Dinas Sosial (Dinsos) melakukan sosialisasi penutupan lokalisasi GBL di gedung pertemuan RW VI, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (11/11/2019).

"Kami sudah menerima karena itu program Pemerintah Pusat menutup prositusi secara menyeluruh di Indonesia," tutur Kaningsih.

Data PSK di Sunan Kuning dan Gambilangu Tak Sinkron, Pengelola Minta Dinsos Lakukan Penyesuaian Data

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan sosial atau dana tali asih kepada anak asuhnya.

Namun, terkait pemberian dana tali asih yang harus dibelanjakan alat dan bahan usaha, pihaknya kurang sependapat.

Kementrian sosial bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Attauhid akan memberikan dana tali asih kepada masing-masing WPS sebesar Rp 6 juta.

Adapun rinciannya yaitu dana transpot sebesar Rp 250 ribu dan dana jaminan hidup sebesar Rp 750 ribu.

Sedangkan sisanya Rp 5 juta merupakan dana usaha ekonomi produktif yang harus dibelanjakan 70 persen dalam bentuk alat dan 30 persen bahan untuk membuka usaha.

Dia berharap dana tali asih tetap berupa uang tunai sehingga bisa bermanfaat sesuai kebutuhan masing-masing anak asuh.

"Kalau bisa tidak usah dibelanjakan alat. 70 persen dari Rp 5 juta kan Rp 3,5 juta itu untuk beli alat apa saja uang sebanyak itu. Saya akan koordinasi lagi meminta untuk diberikan uang tunai saja," ucapnya.

Dinkes Temukan Penyakit Infeksi Seksual pada PSK Sunan Kuning Semarang dan Gambilangu

Di samping itu, menurut Kaningsih, jika dibelanjakan dalam bentuk barang, hal ini akan menyulitkan para WPS yang berasal dari luar kota untuk membawa alat-alatnya.

"Yang luar kota kan harus pulang. Mereka pasti kan susah membawanya. Banyak yang dari luar kota, paling jauh Palembang. Ada juga dari Bandung, Ngawi, Surabaya, dan lain-lain. Lebih baik untuk ongkos pulang saja dan buat modal usaha di rumah," ujarnya.

Jika Lokalisasi GBL Gambilangu Kendal Ditutup, Pemkab akan Kesulitan Pantau PSK Terjangkit HIV

Di sisi lain, dia berharap Pemkot tetap memperbolehkan usaha karaoke masyarakat setempat tetap berjalan. Pasalnya, selama ini masyarakat menggantungkan dari usaha tersebut.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved