BPBD Demak Imbau Masyarakat Peduli Terhadap Sungai Memasuki Musim Hujan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, M Agus Nugroho telah memetakan wilayah atau desa yang berpotensi bencana.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Memasuki bulan November, intensitas hujan mulai meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Akibatnya warga Demak banyak yang terkena dampak pergantian musim seperti halnya angin puting beliung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, M Agus Nugroho telah memetakan wilayah atau desa yang berpotensi bencana.
"Demak merupakan wilayah hulu atau paling bawah. Oleh karenanya juga berpotensi banjir di semua wilayah atau 14 kecamatan. Begitu juga dengan angin puting beliung," jelasnya Senin (11/11/2019).
Lanjutnya, terkait bencana longsor yaitu dua desa, Jragung dan Banyumeneng Kecamatan Mranggen.
Selain itu krisis air bersih masih melanda warga di dua Kecamatan Wedung dan Bonang, akibat tanggul karet yang rusak.
Terkait bencana kebakaran, ia menilai hal tersebut merupakan bencana insindental.
"Demak setiap kali memasuki musim hujan, 14 kecamatan berpotensi terjadi banjir. Karena terdapat sungai besar di masing-masing kecamatan tersebut," jelasnya.
• Video Angin Kencang Hancurkan 3 Rumah di Demak
• 2 Hari Terakhir Hujan Deras dan Angin Puting Beliung Terjang 10 Desa di Demak
Ia mengimbau setiap lurah, camat dan dinas terkait, agar senantiasa peduli terhadap wilayah sungai.
Ia megimbau setiap warga agar membersihkan sedimentasi yang tinggi pada sungai, dan memperbaiki tanggul kecil yang dirasa rusak, serta menutup pintu air yang dapat masuk di permukiman warga saat datangnya air.
"Saya sudah sampaikan kepada lurah, camat, dan dinas terkait, serta Bupati dan Wakil Bupati Demak, dan juga Sekda melalui rapat tertutup beberapa waktu lalu," jelasnya.
Selain itu ia mengimbau kepada warga untuk membuat sumur resapan yang berfungsi sebagai penyimpan air hujan.
Ia menambahkan, agar saat air datang dalam volume yang besar, warga dapat menyimpannya dan tak lagi kekurangan air bersih saat memasuki bulan Juli-Oktober.
"Semoga saja air tidak datang bersamaan. Misalnya Grobogan dan Salatiga hujan, Demak juga hujan, hal tersebut dapat menimbulakan adanya potensi banjir," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/m-agus-nugroho.jpg)