Irjen Rycko Janji Tingkatkan Kehadiran Polisi di Malam Hari Khususnya di Surakarta dan Sukoharjo

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kehadiran polisi patroli pada malam hari di

Irjen Rycko Janji Tingkatkan Kehadiran Polisi di Malam Hari Khususnya di Surakarta dan Sukoharjo
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kehadiran polisi patroli pada malam hari di Jawa Tengah tak terkecuali Surakarta dan Sukoharjo.

Dua kabupaten maupun kota tersebut, menurutnya menjadi wilayah dengan angka kasus kejahatan tinggi, termasuk aksi premanisme beberapa waktu lalu.

"Kita tingkatkan kehadiran polisi di tengah malam.

Alhamdulillah 11 orang sudah ketangkap dan sudah kita amankan dengan langkah yang terukur.

Bahkan beberapa kita berikan tindakan yaitu penembakan kaki karena berusaha melawan polisi.

Semata-mata untuk memberikan efek jera," jelas Kapolda di Mapolda Jateng, Selasa (12/11/2019).

Stunting Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemkab Batang, Kadis Kesehatan : Angkanya Masih 25 Persen

Smart Bin, Tempat Sampah Pintar dan Otomatis Buka Tutup Ciptaan Tim Sekolah Vokasi Undip

Sementara terkait aksi premanisme di dua kota maupun kabupaten tersebut, Rycko menyebutkan bahwa mereka merupakan sebuah kelompok non formal yang terbentuk secara seporadis.

Modus aksi yang biasa digunakan adalah sweeping, mencari kelompok-kelompok warga yang keluar malam hari kemudian menganiaya.

"Kita (kepolisian) lakukan tindakan tegas para kelompok yang menggunakan atribut-atribut ormas itu.

Ingat masih ada kepolisian yang siap memberikan efek jera sesuai hukum yang berlaku," lanjutnya.

Sebelumnya, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam sejumlah pengeroyokan (penganiayaan) dan perampasan di Kabupaten Sukoharjo dan juga Kota Surakarta.

11 tersangka di antaranya melakukan penganiayaan terhadap 3 korban di depan PT SSI Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo pada, Kamis (31/10/2019) lalu.

2 tersangka kedapatan merebut sebuah lahan parkir disertai ancaman pada, Kamis (17/10/2019), dan 1 tersangka melakukan penganiayaan terhadap seorang korban di Jalan Sibela Raya Mojongsongo Kecamatan Jebres Kota Surakarta, Rabu (30/10/2019).

Ke-14 tersangka itu, kini diamankan di Poda Jateng dan dijerat pasal 335 KUHP dan atau pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun 6 bulan.

Atau pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved