Kemensos RI Targetkan 1 Juta Graduasi KPM PKH Pada 2020

Rinto mengungkapkan, jumlah kepesertaan PKH di Kabupaten Karanganyar sejak November 2012 hingga November 2019 sejumlah 29.725 keluarga

Kemensos RI Targetkan 1 Juta Graduasi KPM PKH Pada 2020
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Kasubdit Kepesertaan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI, Rinto indratmoko saat menempelkan stiker peserta PKH di rumah warga Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menargetkan sebanyak 1 juta graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2020.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kasubdit Kepesertaan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI, Rinto Indratmoko saat menghadiri acara Hari Jadi ke-7 PKH Kabupaten Karanganyar di Lapangan Bendo Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Selasa (12/11/2019).

Rinto mengungkapkan, jumlah kepesertaan PKH di Kabupaten Karanganyar sejak November 2012 hingga November 2019 sejumlah 29.725 keluarga.

"Total anggaran yang sudah tersalurkan hingga tahap empat pada 2019, sebesar Rp 100.168.350.000," katanya dalam sambutannya.

Lebih lanjut, sampai saat ini yang telah melakukan graduasi di seluruh Indonesia, sejumlah 6.225 keluarga.

"Target graduasi PKH pada 2019 sebesar 800.000 keluarga, sedangkan target pada 2020 yakni sebesar 1 juta keluarga," ujar Rinto.

Ia berharap kerja sama dari semua pihak dengan pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengatakan, dari total 29.725 peserta PKH, sampai saat ini ada sejumlah 1.016 peserta yang telah tergraduasi.

Bertepatan dengan Hari Jadi ke-7 PKH Karanganyar, juga dilaksanakan launching sekaligus penempelan stiker peserta PKH di rumah warga yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang.

"Secara simbolis stiker diberikan kepada Camat. Kemudian diteruskan kepada petugas PKH atau Satgaskin. Itu untuk mempermudah tim, (pendataan) mengecek siapa saja yang menerima, kira-kira berapa yang sudah graduasi," jelasnya.

Peserta PKH Sukini (42) warga Pentukrejo RT 3/9 Desa Pojok mengungkapkan, keluarganya telah menjadi peserta PKH sejak 2012. Selain itu keluarganya juga terdaftar dalam program BPNT. "Dapat bantuan uang sebesar Rp 275 ribu (pendidikan), juga telur 8 butir dan beras 8 Kg," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/11/2019).

Dikatakannya, meski sudah menerima bantuan, ia memiliki keinginan untuk mandiri. "Jadi nggak tergantung bantuan terus, tapi saat ini memang belum mampu," ungkapnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved