Penjelasan Pemkab Semarang Bisa Masuk 5 Kabupaten Angka Stunting Terendah di Jateng

Pemkab Semarang memiliki sejumlah program khusus antisipasi stunting, sehingga bisa masuk lima kabupaten berkasus terendah di Jateng.

Penjelasan Pemkab Semarang Bisa Masuk 5 Kabupaten Angka Stunting Terendah di Jateng
istimewa
Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Tingkat Kabupaten Semarang di Lapangan Kompleks Pusat Pendidikan Bimbingan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Pusdik Binmas Polri) Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang pada Selasa (12/11/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang memiliki sejumlah program khusus antisipasi stunting. 

Beberapa di antaranya melakukan pengembangan fungsi posyandu, kelas ibu, pemberdayaan karang taruna, dan pemberian tablet penambah darah gratis bagi siswi SMP. 

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo memaparkan pihaknya telah melakukan inovasi pencegahan gagalnya tumbuh kembang anak. 

"Fokus kegiatan pencegahan dimulai sejak remaja putri, ibu hamil dan melahirkan, sampai dengan bayi usia di bawah lima tahun," ujarnya usai upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional di lapangan Pusdik Binmas Polri, Kabupaten Semarang pada Selasa (12/11/2019) pagi.

Pohon Randu Alas Tumbang Singkap Keberadaan Struktur Candi di Bedono Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang Terima Penghargaan WTP 8 Kali Berturut-Turut

Ani menambahkan, setiap puskesmas wajib mengembangkan fungsi (Posyandu) dan sebagainya. 

Dia pula membeberkan angka stunting di Kabupaten Semarang tergolong rendah di Jawa Tengah. 

"Program kami tetap fokuskan untuk mengantisipasi kasus baru. Kabupaten Semarang termasuk lima kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki angka stunting rendah, namun pencegahan terjadinya kasus baru tetap mendapatkan prioritas," terang Ani.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengingatkan pencegahan stunting masih menjadi agenda utama program kesehatan nasional.

Selain itu, jaminan kesehatan nasional yang menjadi isu utama dalam upaya pembangunan sumber daya manusia berkualitas.

"Dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas yakni stunting dan jaminan kesehatan nasional," ucapnya.

Ia juga memberikan penghargaan pada Sumirah, petugas sanitarian Kabupaten Semarang yang terpilih sebagai sanitarian terbaik tingkat nasional tahun 2019.

Sanitarian bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat.

Sanitarian juga bertugas memeriksa fasilitas makanan, menyelidiki gangguan kesehatan masyarakat, dan menerapkan pengendalian penyakit.

Selain itu, lima Puskesmas yang dinyatakan lulus tahap reakreditasi 2019.

Meliputi Puskesmas Sumowono, Ungaran, Tengaran, Lerep, dan Susukan. (Amanda Rizqyana)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved