Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Bupati Sragen: Stunting dan JKN Jadi Isu Nasional

Menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mahfira Putri Maulani
Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Alun-alun Sasono Langen Putro Kabupaten Sragen, Selasa (12/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Generasi Sehat Indonesia Unggul menjadi tema Hari Kesehatan Nasional ke 55 tahun ini. Perhatian Kabinet Indonesia Maju 2020-2024 dalam kurun lima tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan SDM.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Alun-alun Sragen, Selasa (12/11/2019).

Bupati menyampaikan ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sementara ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

"Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya. Terima kasih, dalam kurun waktu lima tahun angka stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 %," kata Yuni.

Menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB.

Penurunan tersebut tentu melalui beberapa program unggulan bidang kesehatan dari pemerintah, seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Nusantara Sehat.

Kendati demikian pemerintah masih dihadapkan pada kompleksitas masalah Stunting, JKN, serta penyediaan pelayanan kesehatan dasar.

"Dalam perspektif saat ini pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan, yaitu optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan," lanjut Yuni.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto mengatakan stunting berdasarkan data croscek yang sudah dilakukan sebesar 10,2 di tahun ini.

"Tema hari kesehatan kali ini diharapkan di Kabupaten Sragen bisa menurunkan angka stunting, harga obat-obatan tidak mahal lagi sehingga terjangkau oleh masyarakat," ujar Hargi.

Selain stunting hargi juga menyampaikan issue lain yang tak kalah menariknya ialah masalah kematian ibu dan bayi.

Hingga November 2019 ada lima kematian ibu dan sebanyak 80 kematian pada bayi. Jumlah tersebut turun bila dibanding tahun lalu jumlah kematian bayi masih di angka 146 dan angka kematian ibu 15.

"Diharapkan kita di bawah 20 persen karena standard WHO cuma 20 persen untuk angka stunting," kaya Hargi.

Hargiyanto mengharapkan angka tersebut akan terus mengalami penurunan. Pemkab Sragen menargetkan tahun ini jumlah kematian ibu ada di bawah 10 dan kematian bayi di bawah 100. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved