Awas, Banjir Rob Bisa Ancam Kesuksesan Pilwakot Pekalongan

"Bukan hanya sosialisasi yang menentukan, figur peserta Pilwalkot juga mempengaruhi tinggi rendahnya partisipasi pemilih," kata Rahmi di kantornya.

Awas, Banjir Rob Bisa Ancam Kesuksesan Pilwakot Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Rangkaian tahapan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Pekalongan akan dimulai Desember 2019.

Meski hanya memasuki tahap awal, KPU kota Pekalongan tetap melakukan persiapan menjalankan beberapa tahapan.

Persiapan dilakukan jauh hari untuk menyukseskan Pilwalkot serta meningkatkan partisipasi.

Tercatat partisipasi masyarakat dalam Pilwalkot lima tahun lalu mencapai 78 persen.

Untuk tahun depan, KPU belum bisa memprediksi tingkat partisipasi masyarakat.

Menurut Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha, partisipasi masyarakat bisa naik ataupun merosot jauh.

"Ya bukan hanya sosialisasi yang menentukan, figur peserta Pilwalkot juga mempengaruhi tinggi rendahnya partisipasi pemilih," kata Rahmi di kantornya, Rabu (13/11/2019).

Dilanjutkannya, KPU juga menyoroti ancaman bencana banjir rob yang mengancam pelaksanaan Pilwalkot.

"KPU sudah memiliki pengalaman untuk mengatasi persoalan itu, tapi tetap harus waspada untuk kesuksesan Pilwalkot," ujarnya.

Dijelaskannya, 11 Desember hingga 5 Maret 2020 penyerahan syarat dukungan calon perseorangan akan dimulai.

"Setelah itu masih ada proses selanjutnya, hingga finalnya pemilihan langsung pada 23 September 2020."

'Tema yang diambil yaitu resik lan sakpore," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved