Breaking News:

Kapolda Geregetan Nonton Film 'Hanya Manusia'

Film berjudul 'Hanya Manusia' diproduksi oleh Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat mengisahkan sebuah cerita keseharian polisi dalam menjalani tugas

Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi beserta pelajar dan wartawan nobar film Hanya Manusia di bioskop XXI Paragon Mall, Semarang, Sabtu (9/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM -- Nonton film bisa menjadi hiburan tersendiri. Lebih dari itu, kisah atau alur cerita bisa memberikan potret kehidupan profesi tertentu, termasuk polisi. salah satunya film Hanya Manusia produksi Mabes Polri.

Film berjudul 'Hanya Manusia' diproduksi oleh Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat mengisahkan sebuah cerita keseharian polisi dalam menjalani tugasnya.

Disutradarai oleh Tepan Kobain dengan penulis naskah Rebecca M. Bath, Monty Tiwa dan Putri Hermansyah, film berdurasi 91 menit ini dirilis di bioskop pada Kamis 7 November 2019.

Pada permulaan cerita, datang seorang perwira muda sebagai Annisa yang diperankan oleh Prisia Nasution bergabung dengan Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Saat itu, kondisi masyarakat sekitar dihantui oleh teror penculikan dalam beberapa bulan terakhir. Sasarannya gadis remaja yang duduk di bangku sekolah SMP maupun SMA yang diperdagangkan oleh sejumlah oknum.

Beberapa di antaranya ditemukan di beberapa tepian jalan dalam keadaan meninggal. Masyarakat pun semakin resah dan menuntut pihak kepolisian untuk segera menangani dan menyelesaikan kasus tersebut.

Annisa pun mencoba ikut andil sebagaimana tugasnya sebagai anggota reskrim. Beberapa asumsi dan temuannya coba ia sampaikan kepada Kanit Reskrimnya diperankan Yama Carlos serta beberapa anggota lain satu di antaranya diperankan oleh Lian Firman sebagai Aryo.

Beberapa ide Annisa terus ditolak dengan alasan kurang masuk akal. Satu di antaranya dugaan tersangka mengarah kepada seseorang bernama Jamal diperankan oleh Tegar Satrya yang disebutkan sebagai informan polisi sendiri.

Hingga akhirnya Annisa dan Aryo mendapatkan sebuah petunjuk dari mobil reparasi Holden yang diduga milik seorang remaja bernama Billy. Adu ketangkasan ketiga orang tersebut saat bertemu tak terelakkan, pada akhirnya Billy pun tertembak mati di lokasi.

Semakin marah dengan kinerja anggotanya, Kanit pun mulai resah setelah masyarakat semakin menyudutkan kinerja Polri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved