Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Video Bom Bunuh Diri Guncang Polrestabes Medan

Dilansir dari tayangan Kompas TV, asap putih nampak membumbung tinggi di Polrestabes Medan.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Ledakan diduga berasal dari bom terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Dilansir dari tayangan Kompas TV, asap putih nampak membumbung tinggi di Polrestabes Medan.

Sejumlah masyarakat dan petugas polisi berseragam nampak berhamburan keluar ke sebuah halaman parkir.

Kepanikan nampak terjadi.

Mabes Polri memberikan konferensi pers terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Dihargai Rp 14 Miliar Jika Bisa Tangkap Wanita Cantik Ini, 100 Orang ISIS Terbunuh di Tangannya

BERITA LENGKAP: Mayat Mbak Rini Tak Berbusana Tewas Setelah Berhubungan Intim, Pelaku Satu Keluarga

Presiden Jokowi Perintahkan Oknum Polisi dan Jaksa yang Memeras Pengusaha Dipecat

Rendy Tewas Dipatuk King Kobra, Komunitas Reptil: Jenis Itu Tidak Umum untuk Dipelihara

Bom bunuh diri di Polrestabes Medan terjadi pada pukul 08.45 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan dugaan ledakan bom di halaman Polrestabes Medan.

Dedi Prasetyo mengatakan bahwa di Polrestabes Medan sudah melakukan prosedur keamanan.

"Sejak pagi tadi sebelum kejadian, kami sudah melakukan sesuai prosedur, yakni pemeriksaan dan barang apa saja yang dibawa masyarakat," ujarnya.

Sebelum masuk ke wilayah Mako dilakukan upaya sterilisasi.

Meski demikian, Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Polrestabes Medan tetap memberikan pelayanan publik.

Akibat dari bom tersebut, 6 orang terluka dan 4 mobil rusak.

"Diduga dilakukan oleh seorang, yakni bom bunuh, mengakibatkan 6 orang luka, 4 anggota Polri, 1 pekerja harian lepas, 1 masyarakat," ujarnya.

"Kerusakan 4 kendaraan, 3 kendaraan milik dinas, 1 kendaraan milik pribadi," imbuhnya.

Saat ini pihak kepolisian melakukan proses olah TKP untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kalau pelaku punya EKTP maka akan terkoneksi dengan data EKTP di dukcapil dan sistem kami, sehingga identitas pelaku cepat diketahui saat pihak kepolisian sedang memeriksa jenis bom yang digunakan.

"Semua masih berproses, Densus 88 sedang mengidentifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, Polisi memastikan bom yang meledak di Mapolresta Medan pada Rabu (13/11/2019) pagi adalah bom bunuh diri.

"Dugaan sementara memang betul, kejadian tersebut dapat diduga sebagai bom bunuh diri," kata Dedi Prasetyo, dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV.

Berikut rangkuman fakta bom bunuh diri di Mapolresta Medan mulai dari kronologi hingga korban:

1. Kronologi

Informasi yang dihimpun, bom bunuh diri di Mapolresta Medan meledak sekitar pukul 08.45 WIB.

Saat kejadian warga sekitar mendengar ada ledakan yang cukup kuat terjadi, tetapi masyarakat awalnya tidak mengetahui jika ledakan itu merupakan ledakan bom.

Ledakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang pelaku yang menggunakan jaket pengendara ojek online yang mencoba menerobos masuk ke dalam Markas Polrestabes Medan.

Saat dicegah oleh penjaga, pelaku melakukan perlawanan, lalu melarikan diri ke dalam dan melakukan ledakan di depan kantin Polrestabes Medan.

2. Pelaku Incar Polisi

Menurut laporan jurnalis Kompas TV, Ferry Irawan, terduga pelaku membawa bahan peledak untuk menyasar pihak kepolisian.

Ledakan terjadi saat terduga pelaku berada di area dalam Polrestabes Medan.

Tepatnya, berada di area yang bersebelahan dengan gedung untuk mengurus SKCK.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyebutkan kepolisian sedang melakukan olah TKP secara matang.

Dedi Prasetyo pun mengkonfirmasi, dugaan sementara, ledakan bom tersebut diduga sebagai bom bunuh diri.

"Dugaan sementara memang betul, kejadian tersebut dapat diduga sebagai bom bunuh diri," kata Dedi Prasetyo, dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV.

3. Pelaku Diduga Tewas

Dedi pun menginformasikan, pelaku diduga meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Mabes Polri meminta masyarakat untuk bersabar karena tim sedang melakukan olah TKP di lapangan.

Untuk mengantisipasi, Dedi Prasetyo menyebutkan anggota polri akan meningkatkan kewaspadaan.

"Sesuai prosedur, untuk seluruh anggota Polri meningkatkan kewaspadaan, tetapi pelayanan masyarakat tetap menjadi fokus utama,"

Sampai saat ini, pihak kepolisian terus berjaga ketat di dalam maupun di sekitar Polrestabes Medan.

Penjagaan ketat ini juga berlaku di kantor-kantor kepolisian Indonesia.

4. Jenazah Tak Utuh

Jurnalis KompasTV, Ferry Irawan melaporkan ledakan terjadi pada Rabu pagi, tepatnya setelah para anggota polisi selesai melakukan apel pagi.

Saat ini, masyarakat yang berkunjung ke Polrestabes Medan harus diamankan.

Pihak polisi masih mensterilkan untuk melakukan penyelidikan oleh tim Gegana.

Hingga pukul 09.30 WIB, polisi masih mencari tahu adakah bahan peledak lain.

Feri juga menyebutkan jika kemungkinan besar pelaku masuk dengan berjalan kaki.

Pasalnya, Polrestabes Medan membuat peraturan jika kendaraan pengunjung tidak dapat masuk di wilayah ledakan.

Diduga, pelaku sudah memantau Polrestabes Medan sejak beberapa hari terakhir.

Pasalnya terduga pelaku sudah mengetahui titik mana yang ramai dikunjungi di jam-jam pagi hari.

Menurut laporan terakhir, Polrestabes Medan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Beberapa jalan menuju Polrestabes Medan juga ditutup sementara.

Menurut laporan sementara, warga hanya mendengar satu kali ledakan.

5. Korban dari Polisi

Dikutip dari TribunMedan, suasana di lokasi masih mencekam.

Polisi telah memberikan police line (garis polisi) agar tidak melewati area tempat pelaku bom bunuh.

Sesuai broadcast di grup awak media, diterima pesan sebagai berikut.

Daftar Anggota Polisi yang Jadi Korban

Dicantumkan pula anggota polisi yang yang jadi korban luka-luka

Selamat pagi komandan, ijin melaporkan informasi awal telah terjadi Bom bunuh diri di Polrestabes medan, kronologis awal yaitu pelaku menggunakan jaket ojek online masuk melalui pintu depan menuju Bag Op, sesampai disana meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka sbb :

1. Kasi propam luka di bagian tangan

2.PHL , sdr J. Purba dibagian wajah

3. Anggota propam

4. Piket Bag Op

Pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri, saat ini sedang dilaksanakan pengamanan dan penyelidikan.

5 Anggota Kepolisian dan 1 Warga Jadi Korban Luka-Luka

Ledakan bom yang diduga kuat sebagai bom bunuh diri tersebut terjadi pada sekitar pukul 08.00 WIB

Sampai saat ini, polisi sedang melakukan olah TKP. (*)

Warga Ingin Predator Anak Pekalongan Dihukum Mati

Tragis, Bocah 3 Tahun Sunat Selama 4 Jam, Setelah Pulang, Sang Ayah Pingsan Begitu Perban Dibuka

Daftar Harga dan Spesifikasi iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max

Video Kecelakaan Beruntun di Semarang 5 Masuk Rumah Sakit

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved