Ada Kampung Anti Politik Uang di Kota Salatiga, di Sini Tempatnya

Upaya menciptakan proses pemilu yang berintegritas, akuntabel dan berkualitas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga meluncurkan kampung anti

Ada Kampung Anti Politik Uang di Kota Salatiga, di Sini Tempatnya
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Komisioner Bawaslu Salatiga Ahmad Dhomiri menyerahkan piagam kampung anti politik uang kepada lurah setempat di Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (14/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Upaya menciptakan proses pemilu yang berintegritas, akuntabel dan berkualitas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga meluncurkan kampung anti politik uang di Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (14/11/2019).

Komisioner Bawaslu Kota Salatiga Ahamd Dhomiri mengatakan pemilu yang berintegritas, akuntabel dan berkualitas merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dari praktek demokrasi subtansif.

Menurutnya kendala utama selain perbaikan sistem pemilu yang harus terus dilakukan perbaikan ialah adanya praktik politik uang dan menganggu proses pemilu sehingga kualitas demokrasi masih jauh dari ideal.

"Karenanya semuanya tidak berjalan mulus, banyak kendala yang menggangu proses pemilu.

Akibat dari kendala itu kualitas dari demokrasi menjadi belum terwujud secara ideal.

Dan masalah paling besar adanya politik uang kami membuat program kampung anti politik uang,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (14/11/2019).

Pasca Bom di Polrestabes Medan, Penjagaan di Polres Brebes Diperketat

Bawaslu Kota Semarang Akan Rekrut 48 Panwas Kecamatan untuk Pilwalkot 2020

Pasien ODHA Merasa Terdiskriminasi, RSUD dr Moewardi Kota Solo Sampaikan Permintaan Maaf

Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Tol Cipali, Kuntarsih Minta Dijemput Sebelum Meninggal

Dikatakannya agar demokrasi subtansif yang termanifestasi dalam pemilu yang berintegritas dapat tercapai diperlukan langkah serius sejumlah pihak dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.

Ia menambahkan Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu bertugas untuk mengawasi proses pemilu, sehingga pentingnya dilakukan sosialisasi-sosialisasi tidak hanya momen pemilu saja tetapi justru ketika masa jeda seperti sekarang.

"Dengan terbentuknya kampung pengawasan dan kampung anti politik uang, harapannya dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk menciptakan pemilu yang lebih berkualitas," katanya

Dhomiri menjelaskan tentunya dengan adanya pencanangan kampung anti politik uang diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat kampung lain, perlahan masyarakat akan memiliki edukasi politik dan membebaskan kebiasaan buruk politik uang.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved