Anaknya Sering Diejek, Pria Warga Pasar Kliwon Kota Solo Ini Bacok Tetangga
Jodoh merupakan tersangka pembacokan atas Diki Pradana Putra (25), yang tak lain masih merupakan tetangga satu kelurahan dengan tersangka.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Petugas Polsek Pasar Kliwon meringkus Anjar Widodo alias Jodoh (35), warga Kampung Demangan RT 03 RW 07, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Kamis (13/11/2019).
Jodoh merupakan tersangka pembacokan atas Diki Pradana Putra (25), yang tak lain masih merupakan tetangga satu kelurahan dengan tersangka.
"Tersangka membacok korban karena emosi. Menurut pengakuan tersangka, korban sering mengejek atau berkata tak pantas kepada anaknya yang masih balita," kata Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Tegar Satrio Wicaksono.
Peristiwa pembacokan terjadi pada 29 Oktober 2019 lalu. Akibat peristiwa itu, tangan kanan korban mengalami patah tulang dan luka berat.
Disampaikan, begitu mendapat laporan dari masyarakat atas peristiwa itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan.
Selanjutnya, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku.
"Tersangka ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan. Kami menyita senajata tajam (sajam) berupa clurit yang ada bekas darahnya, yang mana itu digunakan tersangka untuk membacok korban. Selain itu, kami juga mengamankan kaus yang masih berlumuran darah, sebagai barang bukti," terang Tegar.
Dituturkan, atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan. Menurut Kapolsek, ancaman hukumannya adalah maksimal lima tahun penjara.
"Kami segera tuntaskan penyidikan kasus ini agar berkasnya segera dilimpahkan dan kemudian segera dapat disidangkan," tandasnya.
Sementara itu, Anjar Widodo mengaku, ia nekat membacok korban demi membela kehormatan keluarga.
Menurutnya, korban sering meledek dan melontarkan kata tak pantas kepada anak bungsunya.
"Saya emosi, ini demi membela keluarga saya," ujarnya.
Diakui, ia sudah cukup lama mengenal korban. Bahkan, keduanya sering terlibat transaksi bisnis jual beli burung kicau.
"Clurit itu tak saya bersihkan. Saya menyesal, tapi saya tetap lakukan demi keluarga," katanya. (Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-polsek-pasar-kliwon-mengintrogasi-jodoh.jpg)