Kejar Target Pertumbuhan Kinerja Sebesar 20 Persen, Pegadaian Gandeng 41 Perusahaan di Jateng
Bisnis pembiayaan justru menopang pertumbuhan kinerja PT Pegadaian dibanding investasi atau gadai.
Penulis: rival al manaf | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bisnis pembiayaan justru menopang pertumbuhan kinerja PT Pegadaian dibanding investasi atau gadai. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan Pegadaian Damar Latri.
Ia menyebut hingga triwulan ke tiga tahun 2019 laba perusahaan sudah tumbuh di angka 17 persen. Ia menargetkan sampai akhir tahun nanti bisa mencapai 20 persen.
"Yang paling tinggi pertumbuhannya justru dari produk non gadai atau pembiayaan. Kami juga memiliki produk pembiayaan pembelian kendaraan hingga haji itu kontribusinya lebih dari 20 persen," terang Damar.
Ditemui seusai menjalin kerjasama dengan 41 perusahaan dan kampus di Pesonna Hotel Semarang, Rabu (13/11/2019) malam, ia menambahkan untuk bisa mengejar target 20 persen di akhir tahun itu mereka terus memperbanyak jalinan kerjasama.
"Dengan semakin banyak teman nanti akan semakin banyak sinergi yang bisa digalakan dengan produk bisa disahre ke mitra. Begitu juga mereka bisa menjual produknya ke kami," terangnya.
Di lain sisi, Direkrur Utama Pegadaian Kuswiyoto menyampaikan sebelumnya mereka telah menjalin sinergi dengan 144 perusahaan yang terdiri dari 60 BUMN, 4 BUMD, 56 Swasta, 9 Asosiasi dan 15 Instansi.
"Kegiatan Sinergi Dalam Harmoni yang Hotel Pessona Semarang ini adalah salah satunya untuk menambah mitra kerjasama. Kami menandatangani nota kerja sama pemanfaatan produk dan layanan Perseroan dengan 41 perusahaan dan instansi di Jawa Tengah," tambah Kuswiyoto.
Ia mengatakan, kerja sama ini merupakan pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran dengan kompetensi, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.
Ia juga menawarkan produk syariah yang dimiliki Pegadaian, yaitu Arrum, Amanah, Rahn dan Mulia. Performa tiga produknya hingga Juli 2019, tidak begitu mengecewakan.
Arrum telah terealisasi Rp1.418 miliar dari target Rp1.067 miliar, Amanah realisasi Rp2.217 miliar dari target Rp1.943, Mulia realisasi Rp347 miliar dari target Rp509 miliar dan Rahn realisasi Rp4.588 miliar dari target Rp4.503 miliar.
"Penandatanganan kerja sama juga untuk menciptakan bisnis yang saling menguntungkan antar perusahaan serta meningkatkan bidang pendidikan, penelitian dan inklusi keuangan," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pegadaian1.jpg)