Melihat Produksi Kain Kluwung di Tajug Purbalingga, Era Kolonial untuk Baju Kini Jadi Alat Gendong

Pada era kolonial, saat sebagian masyarakat pribumi masih umum menggunakan pakaian dari karung goni, pakaian berbahan kain tenun kluwung masih mewah

Melihat Produksi Kain Kluwung di Tajug Purbalingga, Era Kolonial untuk Baju Kini Jadi Alat Gendong
ISTIMEWA
Produksi kerajinan tenun kluwung di Desa Tajug Kecamatan Karangmoncol Purbalingga. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Pakaian menjadi kebutuhan vital masyatakat di luar pangan dan papan.

Bahan dan mode pakaian pun terus berganti seiring pesatnya perkembangan industri dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Pada era kolonial, saat sebagian masyarakat pribumi masih umum menggunakan pakaian dari karung goni, pakaian berbahan kain tenun kluwung masih lebih mewah.

Mereka yang membungkus tubuhnya dengan kain itu bisa jadi lebih percaya diri. Kain tenun Kluwung dalam perkembangannya pun kian diminati hingga sempat jaya di pasaran.

Tetapi lambat laun, seiring perkembangan industri tekstil dalam negeri, kain tenun itu kian ditinggalkan.

Masyarakat beralih menggunakan produk kain modern yang lebih menarik dan punya keunggulan lain.

Ternyata, kain kluwung tidak sepenuhnya ditinggalkan. Kain itu tetap beredar di pasaran, hanya fungsinya berubah.

Bukan untuk pakaian, kain kluwung kini lebih banyak difungsikan untuk gendongan.

Sepanjang masih ada permintaan, perajinnya pun masih bertahan.

Di Desa Tajug Kecamatan Karangmoncol Purbalingga, sejumlah warga masih bertahan memproduksi kain tenun kluwung gendong.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved