DETIK-DETIK Sebelum Kecelakaan Bus Sinar Jaya dan Arimbi : Ini Pengakuan Sopir Bus

Kecelakaan maut melibatkan dua unit bus, yakni bus Sinar Jaya dan Bus Arimbi terjadi di KM 117 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kamis (14/11)

DETIK-DETIK Sebelum Kecelakaan Bus Sinar Jaya dan Arimbi : Ini Pengakuan Sopir Bus
ISTIMEWA
Kondisi bus Arimbi dan Sinar Jaya yang alami kecelakaan di tol cipali, Kamis (14/11/2019) dini hari 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kecelakaan tol cipali yang melibatkan dua unit bus, yakni bus Sinar Jaya dan Bus Arimbi terjadi di KM 117 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kamis (14/11) sekitar pukul 00.00 WIB. Tujuh orang tewas akibat kecelakaan maut tersebut.

Salah satu korban tewas adalah Warsidin (53), warga Cilandak, Jakarta Selatan yang meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke ibu kota. Keponakan Warsidin, Latif (23), mengatakan pamannya hendak pulang dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurutnya, Warsidin sengaja pulang ke kampung halamannya untuk berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa. Ia berangkat ke Pekalongan sejak Selasa (12/11) bersama istri, dua anak dan seorang cucunya.

"Iya Almarhum (Warsidin) nyoblos di Desa Sambiroto. Istrinya di Desa Wangandowo. Dua-duanya masih di Pekalongan," ujar Latif saat ditemui di kediamannya di Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Menurut almarhum, memilih kepala desa itu penting. Kalau ada apa-apa kan tertujunya sama kepala desa," tambahnya.

Warsidin, lanjut dia, memutuskan pulang ke Jakarta lebih dulu pada Rabu (13/11). "Soalnya masih ada kerjaan kan di sini. Jadi dia pulang duluan," ujar Latif.

Kisah sedih juga dialami Anto, sang istri Kuntarsih juga meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut. Anto bercerita istrinya sempat menelepon sebelum nyawanya melayang. Kuntarsih sempat memberitahukan bahwa dirinya mengalami kecelakaan.

"Pak, aku kecelakaan. Dia nangis dan minta dijemput," ujar Anto lirih. Tak hanya telepon, Kuntarsih bahkan sempat membagikan peta lokasi kecelakaan lewat aplikasi ponsel kepada suaminya.

Beberapa saat kemudian ia mencoba menghubungi istrinya kembali namun tidak bisa. Anto baru mengetahui istrinya meninggal dari petugas Jasa Raharja.

"Tadi pagi ada petugas Jasa Raharja yang mengabarkan istri saya sudah meninggal. Keponakan sudah sadar, tidak koma lagi," tutur Anto.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved