Disperkim Kota Semarang Pangkas Pohon Peneduh Jelang Musim Hujan
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, perampingan pohon bukan berati melakukan penggundulan atau menebang pohon.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Disperkim Kota Semarang mengantisipasi pohon tumbang saat musim penghujan.
Sejumlah petugas memangkas ranting pohon peneduh di ruas jalan protokol.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, perampingan pohon bukan berati melakukan penggundulan atau menebang pohon.
Pihaknya menata dengan baik agar estetika tetap terjaga pun tidak berpotensi tumbang.
Permintaan penebangan pohon dari masyarakat memasuki musim penghujan ini cukup tinggi.
Namun, dia tidak ingin asal melakukan penebangan agar Kota Semarang tetap hijau.
Sehingga suhu tidak terlalu tinggi saat musim panas.
"Permintaan penebangan pohon banyak. Tapi kami cek dulu, kira-kira masih layak atau tidak. Kami tidak asal tebang," jelasnya, Jumat (15/11/2019).
• Ria Ricis Belikan Papanya Jeep Rubicon, Akan Dibawa ke Brebes dan Semarang
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Jalan Kyai Syakir Raya Semarang, 1 Orang Meninggal
Berdasarkan data, terdapat 3.433 pohon yang terinventarisasi Disperkim Kota Semarang.
Ali menyebutkan, Disperkim hanya memiliki tiga alat crane.
Dua di antaranya terus berkeliling untuk pengecekan.
Sementara satu dalam kondisi tidak dapat digunakan.
"Paling tidak seharusnya punya 5-7 alat agar perempelan pohon bisa dilakukan dengan cepat. Kami sudah anggarkan di tahun 2020 untuk penambahan alat crane Rp 1 miliar," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, memang sudah seharusnya Disperkim mulai melakukan perampingan pohon. Apalagi untuk pohon-pohon yang sudah berusia tua.
"Ini sudah memasuki musim hujan, anginnya juga mulai kencang. Berbahaya jika pohon-pohon tidak dilakukan perampingan," tambahnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemangkasan-ranting-pohon-semarang.jpg)