Breaking News:

Ke Solo, Menteri Pertanian Mampir ke Pabrik Produksi Pupuk Organik di Karanganyar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pabrik produksi pupuk organik PT Indo Acidatama di Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat Karanganyar

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo saat mengecek tangki produksi pupuk organik di PT Indo Acidatama Kebakkramat Karanganyar, Sabtu (16/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pabrik produksi pupuk organik PT Indo Acidatama yang ada di Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/11/2019).

Dari pantauan Tribunjateng.com, Mentan RI datang bersama rombongan sekitar pukul 11.00.

Syahrul Yasin Limpo datang mengendarai Alphard Hitam Nopol RI 38. Mereka disambut langsung oleh Presiden Direktur PT Indo Acidatama, Budhi Moeljono.

Seusai berbincang di ruang transit, para rombongan selanjutnya meninjau ruangan Fertilizer Plan II yang menjadi tempat produksi dan pengemasan pupuk organik.

Didampingi tim Research and Develompment PT Indo Acidatama, Mentan RI mengecek langsung tangki produksi dan melihat proses pengemasan pupuk organik.

"Saya dengan berbagai acara di Solo, kemudian memang menyempatkan diri ke PT Indo Acidatama yang telah banyak bermitra dengan petani. Melihat seperti apa tingkat kemampuan teknologi yang dimiliki dalam rangka menunjang produktivitas pertanian," katanya saat berbincang dengan wartawan seusai melakukan peninjauan, Sabtu (16/11/2019).

Menurutnya, proses produksi pupuk organik di tempat ini menarik, bagaimana pabrik ini mengolah limbah tetes tebu dari pabrik gula.

Kemudian, di dalam pabrik ini diolah menjadi etanol dan selanjutnya dijadikan berbagai produk-produk.

"Produk di Indonesia, terutama di Solo ini tidak kalah dengan berbagai jenis produk dari tetes tebu yang lain. Ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian," terangnya.

Disamping, berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dengan pendekatan teknologi, riset dan sains baru.

"Dalam rangka meningkatkan kualitas perberasan dan kuantitasnya diharapkan lebih. Di atas 10 ton per hektare. Ini menjadi pendekatan baru, upaya pertanian yang lebih baik," ujar Syahrul. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved