Bawaslu Kabupaten Pekalongan Buka Pendaftaran untuk 57 Panwascam, Ini Syaratnya

Guna mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020, Bawaslu Kabupaten Pekalongan membuka pendaftaran Panwascam.

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Buka Pendaftaran untuk 57 Panwascam, Ini Syaratnya
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM, Nur Anis Kurlia 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan membuka pendaftaran Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM, Nur Anis Kurlia mengatakan, masyarakat yang berminat dapat memenuhi syarat administrasi berupa surat lamaran, fotokopi E-KTP domisili kecamatan yang bersangkutan, ijazah terakhir minimal SMA, dan lainnya.

Sekaligus melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari puskesmas atau rumah sakit daerah.

Surat bebas narkotika, kemudian bagi PNS wajib lampirkan surat izin dari atasan langsung.

"Kita ingin pendaftaran panwascam pilkada 2020 ramai diikuti oleh masyarakat karena harapannya dengan semakin banyak peminat, maka proses seleksi semakin selektif yang akhirnya menghasilkan panwascam yang kredibel dan berintegritas," kata Anis kepada Tribunjateng.com, Sabtu, (16/11/2019).

Menurutnya, bawaslu membutuhkan panwascam sebanyak 57 orang.

"Nantinya setiap kecamatan akan ada 3 panwascam. Di Kabupaten Pekalongan ada 19 kecamatan sehingga yang dibutuhkan ada 57 orang," ungkapnya.

Dokumen pendaftaran dikirimkan ke kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

Kemudian, untuk pengumuman peserta lolos seleksi administrasi melalui website Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

"Proses perekrutan ini gratis. Pendaftaran dan penerimaan berkas dimulai dari 27 November hingga Desember 2019," ucapnya.

Anis mengungkapkan perekrutan panwascam sedikit berbeda dengan periode sebelumnya.

Terutama di tes tertulis, karena dilakukan secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

"Kita sudah menjalin komunikasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) ataupun sekolah di Kabupaten Pekalongan yang memiliki fasilitas komputer memadai agar tes tertulis dapat dilaksanakan," tuturnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved