Ikuti Audisi Liga Dangdut Indonesia 2020 di Semarang, Paidi Langes Optimistis Lolos
Liga Dangdut Indonesia 2020 secara serentak digelar di 34 Kota besar di Indonesia, Minggu (17/11/2019).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Liga Dangdut Indonesia 2020 secara serentak digelar di 34 Kota besar di Indonesia, Minggu (17/11/2019).
Di Semarang, ajang kompetisi dangdut ini digelar di Gedung Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol, Semarang.
Ratusan peserta dari berbagai daerah tampak datang berbondong-bondong. Mereka mengenakan kostum dengan keunikan masing-masing.
Seorang peserta, Agung Samsiadi (21) asal Sukoharjo tampak mengenakan pakaian adat lengkap dengan blangkon.
Ia yang masuk ke dalam tahap dua dalam audisi itu mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga.
"Cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi penyanyi. Keluarga saya mendukung, Bapak memfasilitasi saya ruang karaoke untuk belajar menyanyi," kata dia.
Peserta yang mengaku memiliki nama panggung "Paidi Langes" itu lantas mengaku optimistis lolos ke tahap selanjutnya hingga kontes di Jakarta.
"Awalnya dulu saya senang menyanyikan lagu dari Malaysia. Setelah Saya dengar lagu Dangdut kok asik juga ya, saya menjadi tertantang terutama lagu-lagu campursari," kata pria yang mengaku menyanyikan lagu milik Didi Kempot berjudul 'Dudu Jodone' tersebut.
Peserta lainnya, Ahmad Muhsinin asal Pekalongan tampak mengenakan seragam SMA dalam audisi tersebut.
Seperti yang ia kenakan dalam audisi, ia mengaku ingin menunjukkan sesuatu yang berbeda apabila Lolos audisi.
"Kalau Lolos nanti saya ingin selalu menampilkan lagu yang berbeda. Saya suka tantangan," ungkapnya.
Terpisah, VP - PSRD Division Head Indosiar, Ekin Gabriel menuturkan, calon peserta dalam kontes Liga Dangdut kali ini berusia 14-25 tahun baik pria maupun wanita.
Para peserta dapat datang langsung ke lokasi audisi dengan membawa kelengkapan lampiran formulir berupa fotocopy KTP/Kartu Pelajar serta foto terbaru berwarna ukuran 3R sebanyak dua lembar.
"Yang menarik tahun ini, kami menurunkan usia yakni mulai 14 tahun. Saya terkejut karena banyak usia tersebut yang ikut audisi selain usia 20 tahunan.
Yang sangat mengejutkan kami, walaupun usia mereka 14 tahun tapi mereka mau menyanyikan lagu dangdut klasik yang tingkat kesulitannya tinggi," kata dia.
Lantas ia menambahkan, setiap provinsi termasuk di Jawa Tengah akan ada minimal dua orang peserta terpilih.
Hal tersebut lantaran menurutnya, setiap daerah memiliki keunikan masing-masing.
"Cengkok sekian daerah berbeda. Di Semarang selain dangdut ada Campursari. Dangdut yang utama klasik, namun tidak bisa menutup tren yang ada," tambahnya. (idy)