Investor Cemas Kelakuan Oknum Dana Asing Terus Meningalkan Pasar Saham Indonesia

Dana asing masih maraton keluar dari bursa Indonesia. Sepanjang sepekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell)

Investor Cemas Kelakuan Oknum Dana Asing Terus Meningalkan Pasar Saham Indonesia
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dana asing masih maraton keluar dari bursa Indonesia. Sepanjang sepekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham reguler hingga Rp 1,28 triliun.

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, langkah asing meninggalkan bursa Tanah Air lebih dipicu sentimen global, terutama perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang belum juga menunjukkan kepastian segera reda.

"Hal ini yang membuat asing wait and see sembari menunggu perkembangan pertemuan mereka (AS dan China-Red)," katanya, akhir pekan lalu.

Nico menuturkan, dana asing hengkang juga gara-gara data ekonomi China menunjukkan pelemahan. Hal itu terlihat dari produksi industri dan penjualan ritelnya.

Menurut dia, pasar menganggap pemerintah dan bank sentral Negeri Tirai Bambu tersebut tidak memberi stimulus lebih lanjut untuk mengatasi pelemahan.

Sentimen global bisa terus berpengaruh terhadap arus keluar dana asing. Selama AS dan China tidak bisa mencapai kesepakatan, pasar masih akan terus merespons negatif.

"Kesepakatan ini bisa menjadi tolok ukur, apakah tahun depan, kita akan menghadapi tahun pemulihan atau justru memburuk," jelas Nico.

Kasus lembaga keuangan yang mencuat di dalam negeri belakangan ini juga membuat investor asing cemas. Sebut saja kasus gagal bayar yang menimpa Jiwasraya, Bumiputera, dan kasus perusahaan Benny Tjokrosaputro.

"Jadi, semacam ada pertanyaan dari investor luar, kok ada masalah dari oknum-oknum? Bahkan, asuransi yang seharusnya kredibel, dana kelolaan besar, malah begitu. Berbagai kasus ini bisa menurunkan tingkat kepercayaan," jelas Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat.

Saham BUMN

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved