Kesbangpol Jateng Gandeng MUI Adakan Halaqah Ulama

Acara bertajuk Halaqah Ulama 'Menyikapi Metode Dakwah yang Ofensif di Tengah Keragaman Paham Umat Islam'.

Kesbangpol Jateng Gandeng MUI Adakan Halaqah Ulama
Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto
Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji saat berbicara di depan peserta halaqah ulama di Hotel Pandanaran, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng.

Mereka mengadakan kegiatan penanganan masalah-masalah strategis di Hotel Pandanaran, Selasa (19/11/2019).

Acara bertajuk Halaqah Ulama 'Menyikapi Metode Dakwah yang Ofensif di Tengah Keragaman Paham Umat Islam'.

"Kami bermitra dengan MUI menyelenggarakan acara holaqoh kebangsaan ini untuk menggalang sejumlah elemen agar Jateng lebih kondusif," kata Kepala Bakesbangpol Jateng, Achmad Rofai, didampingi Sekretaris Bakesbangpol, Suwondo.

Kesbangpol Jateng Buat Grup Whatsapp dengan Pelaku Wisata dan Usaha Demi Kemajuan Dieng

Kesbangpol Jateng Ajak Pelaku Usaha Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Peserta kegiatan merupakan ulama yang tergabung di MUI.

Terkait substansi yang disampaikan kepada peserta, Achmad Rofai menyerahkan ke MUI Jateng.

Sementara, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, menyampaikan ulama dari MUI diundang untuk memberikan kontribusi pemikiran terkait dakwah yang tidak produktif atau kontraproduktif.

"Kami melihat dakwa yang tidak produktif itu tidak mengajak orang tapi malah justru orang semakin jauh. Seharusnya, dakwah itu mempertemankan bukan mempertentangkan," ucapnya.

Menurutnya, ulama yang menyampaikan dakwah agama tidak malah membuat telinga orang merah, mengkafirkan antarsesama, serta membidahkan orang atau kelompok lain.

"Sehingga, orang di luar agama Islam itu menganggap kita itu marah-marah bukan ramah-ramah," tuturnya.

Karena itu, dalam forum itu diharapkan muncul rekomendasi kepads pemerintah apa yang seharusnya dilakukan agar melalui dakwah agama, situasi bangsa jadi kondusif.

"Pemrrintah itu kan mempunyai kekuatan, bisa berupa regulasi, implementasi, dan pendanaan. Memang pendanaan bukan titik sentral, tapi regulasi yang diimplementasikan lewat pembinaan lah yang paling utama," jelasnya.

Ia berharap semua elemen bersama-sama untuk Indonesia maju, caranya dengan menyampaikan dakwah yang tidak bertentangan atau berisi permusuhan. (mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved