Konser Hari Jadi Ke-102 Karanganyar, Duet Didi Kempot dan Dory Bikin Penonton Ambyar

Duet penyanyi mestro campursari, Didi Kempot dengan Tukang Kendangnya, Dori Hasna membuat para penonton perempuan sontak histeris.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Duet penyanyi mestro campursari, Didi Kempot dengan Tukang Kendangnya, Dori Hasna membuat para penonton perempuan sontak histeris.

Kehadiran penyanyi berjuluk Godfather Of Broken Heart di Alun-Alun Karanganyar, Selasa (19/11/2019) malam, merupakan serangkaian acara dalam memeriahkan Hari Jadi Ke-102 Karanganyar.

Dikatakan Juliyatmono, konser ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-102 Karanganyar.

"Semoga di usia ke-102, Karanganyar semakin maju dan tentram," katanya.

Lagu berjudul Suket Teki yang dibawakan Lord Didi bersama Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto membuka konser malam itu.

Sebelum menyanyikan lagu yang kerap dinyanyikan Juliyatmono di berberapa kesempatan, mereka sempat menyapa para Sobat Ambyar di Karanganyar.

"Selamat malam Sobat Ambyar Karanganyar," teriak Didi bersama Juliyatmono-Rober Christanto saat mencoba berinteraksi dengan para penonton.

Lord Didi menghibur masyarakat Karanganyar dengan membawakan beberapa lagu yang populer di kalangan kawula muda saat ini. Seperti Suket Teki, Kalung Emas, Banyu Langit, Layang Kangen, Cidro, Kangen Nickeri dan Pamer Bojo.

Tak ayal ribuan penonton yang memadati Lapangan Alun-Alun Karanganyar ikut bernyanyi sepanjang jalannya konser.

"Karanganyar memecahkan rekor penonton konser Didi Kempot," kata Lord Didi.

Tiba saat Didi berduet dengan Dory membawakan lagu Kangen Nickeri, sontak para penonton perempuan histeris meneriakan nama Dory.

Tukang Kendang yang satu ini sukses membius para penonton perempuan dengan berteriak sepanjang jalannya lagu.

Tak hanya itu saja, keriuhan para penonton terlihat saat Didi Kempot menyanyikan lagu terakhir berjudul Pamer Bojo. Penyanyi kawakan yang digandrungi para kawula muda ini sukses membuat penonton benyanyi bersama.

Keriuhan para penonton semakin terlihat saat mereka meneriakan "senggakan" atau semacam yel-yel di sela Didi Kempot menyanyikan lagu. Teriakan ribuan penonton menggema di sekitar Alun-Alun.

"Cendol dawet, cendol dawet seger, lima ratusan, nggak pakai ketan, ji ro lu pat limo enem pitu wolu. Sek tak sayang ilang, sek tak sayang ilang," teriak para penonton. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved