Terbukti Ada Prostitusi, Polda Jateng Dorong Pemkot Semarang Tutup Zeus Karaoke

Irfan Fauzy alias Marcel dan DC alias papi (42) dibekuk Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah atas kasus pelacuran

Terbukti Ada Prostitusi, Polda Jateng Dorong Pemkot Semarang Tutup Zeus Karaoke
Istimewa
Zeus Karaoke Digerebek Lagi, Polisi Tetapkan 1 Tersangka Dugaan Prostitusi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Irfan Fauzy alias Marcel dan DC alias papi (42) dibekuk Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah atas kasus pelacuran atau prostisusi di tempat karauke dan SPA di Kota Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Budi Haryanto, mengungkapkan Irfan Fauzy berperan sebagai mucikari di tempat karaoke Zeus yang ada di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung No 96 Wonotinggal Kecamatan Candisari Kota Semarang ditangkap pada, Senin (11/11/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Irfan yang juga dikenal sebagai papi di tempat karaoke tersebut diduga telah sengaja dan mempermudah adanya perbuatan pencabulan serta mengambil keuntungan dari pemakaian jasa pelacuran.

"Operasi prostitusi ini dalam rangka cipta kondisi membersihkan penyakit masyarakat. TKP Semarang Karauke Zeus dan panti pijat. Nah di Zeus papi ini menyediakan tempat sekaligus pemain asusila.

Transaksinya di karaoke, mainnya di hotel," terang Budi dalam gelar perkara di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jateng, Rabu (20/11/2019).

Ahok Singgung Anggaran Lem : Kita Mainnya Bukan Aibon sama Pulpen Sih

Jika Ditunjuk Pimpin Pertamina, Ahok : Harus Siap Dong

Ashanty Mangkir Lagi dari Persidangan, Ini Pernyataan Kuasa Hukum Istri Anang Hermansyah Itu

MotoGP 2019 : Debut Tak Mulus Adik Marc Marquez di MotoGP, Terjatuh dan Urutan Paling Buncit

Sementara keterlibatan manajemen Zeus, lanjut Budi, pihaknya masih mendalami semua pihak yang dimungkinkan terlibat dalam kasus ini, tak terkecuali pimpinan Zeus sendiri.

"Tetap kita dalami. Kalau managemen terlibat, unsurnya terpenuhi pasti jadi tersangka," tandasnya.

Namun ini bukan persoalan yang sama dengan yang ditangani Polrestabes Semarang. Kasus yang ditangani di Polrestabes yang mangkrak masih dilihat perkembangannya dulu karena substansinya berbeda.

Barang yang disita ada alat kontrasepsi, celana dalam, uang tunai Rp 4,1 juta serta handphone," lanjutnya.

Budi menyebut, apabila dalam pengembangan kasus pihaknya menemukan tindakan yang sama sesuai perkara yang dilaporkan di Polrestabes Semarang maka akan menjadi catatan khusus pihaknya mengajukan rekomendasi penutupan ke Pemkot Semarang.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved