Breaking News:

Terbukti Ada Prostitusi, Polda Jateng Dorong Pemkot Semarang Tutup Zeus Karaoke

Irfan Fauzy alias Marcel dan DC alias papi (42) dibekuk Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah atas kasus pelacuran

Istimewa
Zeus Karaoke Digerebek Lagi, Polisi Tetapkan 1 Tersangka Dugaan Prostitusi 

"Bisa jadi catatan untuk mengajukan rekom ke Pemkot Semarang terkait izin usaha karaoke tersebut. Itu akan kami proses dan kami dorong terus," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Irfan Fauzy berperan menyediakan tempat sekaligus wanita kepada tamu Zeus Karaoke.

Untuk sekali kencan, Irfan alias Marcel mematok tarif Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta belum termasuk hotel.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menambahkan, tersangka DC diringkus kepolisian pada Selasa (12 /11/2019) sekiranya pukul 16.30 di Emporium SPA Ruko Peterongan Plaza Jalan MT Haryono Wonodri Kota Semarang.

DC diringkus kepolisian di lokasi dan mendapati 4 orang perempuan yang diduga sedang dipekerjakan sebagai terapis pijat di kamar VIP 1, 2, 9, dan 10.

"Kasusnya sama, pelaku mempermudah terjadinya perbuatan cabul dan mendapatkan keuntungan dari perbuatan itu," jelas Kabid Humas Iskandar.

Kedua tersangka masing-masing dijerat pasal 296 jo pasal 506 KUHP tentang penyedia jasa asusila (Prostitusi) serta mengambil mengambil keuntungan dari pada itu dengan ancaman penjara maksimal 1 tahun 4 bulan.

Sementara itu, Koordinator Gempar, Wijayanto mengatakan, temuan prostitusi ini harusnya menjadi acuan Pemkot Semarang tegas terhadap Zeus Karaoke.

"Adanya prostitusi di Zeus, Pemkot (Semarang) harus serius.

Cabut izin usahanya dan tidak memberikan izin lagi meski mengganti nama," pungkas Wijayanto. (sam).

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved