Agar Pembangunan Tepat Sasaran, Bappeda Litbang Adakan Seminar Kajian Inflasi di Sragen

Bappeda Litbang Kabupaten Sragen adakan Seminar Produk Domestik Regional Bruto dan Kajian Inflasi Kabupaten Sragen 2019 di aula Sukowati Setda Sragen

Agar Pembangunan Tepat Sasaran, Bappeda Litbang Adakan Seminar Kajian Inflasi di Sragen
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Suasana seminar┬áProduk Domestik Regional Bruto dan Kajian Inflasi Kabupaten Sragen 2019 di aula Sukowati Setda Sragen, Rabu (20/11/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bappeda Litbang Kabupaten Sragen adakan Seminar Produk Domestik Regional Bruto dan Kajian Inflasi Kabupaten Sragen 2019 di aula Sukowati Setda Sragen, Rabu (20/11/2019).

Kepala Bappeda Litbang Sragen, Zubaidi mengatakan seminar ini diikuti OPD terkait dan para camat agar mengetahui ukuran Sragen.

Zubaidi menyampaikan sosialisasi ini guna menyampaikan pemahaman kepada para camat dan OPD terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, angka kemiskinan dan lain-lain.

"Pada 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,75% lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,32 dan 5,17%," kata Zubaidi.

"Selama dua tahun terakhir kita berada pada kondisi mampu menurunkan jumlah penduduk miskin dengan angka kemiskinan sebesar 14,02% pada 2017 dan 13,12 pada 2018," lanjut dia.

Meskipun terjadi penurunan 0,90%, Zubaidi mengatakan kualitas hidup orang miskin menurun dengan kedalaman kemiskinan semakin membesar dari 1,93 % di 2017 menjadi 2,31% di 2018.

"Kemudian dalam hal pengendalian inflasi Kabupaten Sragen di 2019 berada di kisaran 0,51 sampai dengan 0,32 dibandingkan Jawa Tengah yang berada di kisaran 0,60 sampai dengan 0,30," lanjut dia.

Zubaidi menambahkan pada 2017 telah terbit Peraturan Presiden nomor 59 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perpres tersebut dikatakannya menunjukkan komitmen bangsa kita akan perlunya peningkatan kesejahteraan dan semakin banyak sasaran pembangunan yang pemerintah daerah harus perhatikan.

"Pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan hanyalah sebagian dari indikator, tujuan pembangunan berkelanjutan yang sering menjadi acuan," kata dia.

Melalui kegiatan ini, Zubaidi mengajak seluruh peserta bersama-sama mulai belajar kembali untuk menemukan cara-cara baru mencapai sasaran pembangunan.

Sasaran pembangunan yang telah ditetapkan tersebut tentu sesuai pada dokumen-dokumen perencanaan pembangunan daerah.

"Formulasi kebijakan apa yang harus kita susun, infrastruktur apa yang harus dibangun dan strategi pembangunan seperti apa yang harus diterapkan," pungkasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved