Asip Target Tahun 2023 Semua Bidang Tanah di Kabupaten Pekalongan Tersertifikasi

Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menargetkan pada tahun 2023 semua bidang tanah di Kabupaten Pekalongan

Asip Target Tahun 2023 Semua Bidang Tanah di Kabupaten Pekalongan Tersertifikasi
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menyerahkan sertifikat tanah program PTSL kepada warga di Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (21/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menargetkan pada tahun 2023 semua bidang tanah di Kabupaten Pekalongan tersertifikasi melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat menyerahkan sertifikat tanah program PTSL kepada warga di Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (21/11/2019).

Bupati Asip mengatakan, untuk di Desa Tangkil Kulon, pada tahun 2019 mengajukan sertipikat PTSL sebanyak 631 bidang dan semuanya terealisasi.

"Ini kita berikan secara simbolis kepada warga penerima sertifikat sebelumnya Desa Tangkil Kulon pada tahun 2018 mengajukan 1.000 bidang dan terealisasi 996 bidang,"kata Bupati Asip.

Menurutnya, diberikannya sertifikat tanah kepada warga, menjadikan persoalan yang menyangkut kepemilikan tanah sudah clear menurut hukum.

"Sertifikat harus dimiliki oleh semua warga, maksimal tahun 2023 semua bidang tanah di Kabupaten Pekalongan sudah tersertifikat semua, untuk itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara BPN dengan Pemkab,"ungkapnya.

UPDATE Kapal Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kapolsek : Api Diduga dari Dapur

DPRD Kota Semarang Lemas dan Kecewa Dapati Pembangunan RSUD Mijen Baru Capai 37 Persen

UPDATE Kapal Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang : Ali Sebut Ada Ledakan di Bagian Belakang

Gedung Baru DPRD Jawa Tengah akan Habiskan Dana Sekitar Rp 139 Miliar

Bupati berharap dengan tersertifikatnya tanah warga, membawa dua keuntungan sekaligus yakni tanahnya dapat produktif, dan sertifikat bisa dijadikan sarana untuk mendapatkan modal.

"Program ini mempunyai nilai ekonomi karena bisa menjadi agunan, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPN Pekalongan Sujarno menuturkan, sebanyak 32 ribu sertipikat PTSL tahun 2019 sudah selesai.

Beberapa sudah diserahkan dan yang lainnya masih menunggu.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved