Bupati Asip Usulkan Ustaz Award Berhadiah Umrah

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengusulkan diadakannya ustaz ustazah award berhadiah umrah

Bupati Asip Usulkan Ustaz Award Berhadiah Umrah
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan sebelum melepas Kontingen Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kabupaten Pekalongan yang akan bertanding di Tingkat Jawa Tengah di Donohudan, Kabupaten Boyolali. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengusulkan diadakannya ustaz ustazah award berhadiah umrah.

Usulan tersebut disampaikan di aula lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (20/11/2019). 

"Kita optimis jadi juara. Sekarang, pertarungan ini sudah rata. Saya minta kepada para ustaz ustazah untuk serius dalam rangka melatih untuk berkompetisi secara jujur, terbuka dan yang lebih penting anak-anak mendapat pengalaman baru di lomba FASI Tingkat Jateng," kata Bupati Asip kepada Tribunjateng.com usai melepas kontingen FASI.

Bupati Asip mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus melakukan pembinaan sesuai visi-misi Kabupaten Pekalongan.

Agar masyarakat sejahtera lahir batin, masyarakat yang punya nilai-nilai religiusitas, dan juga masyarakat yang tidak lupa akan akar budayanya.

"Lomba FASI adalah salah satu visi-misi tersebut dijalankan, terutama untuk mengukur prestasi anak-anak kita," ungkapnya.

Bupati Asip : Hasil Supervisi KPK, APBD Kabupaten Pekalongan Dapat Ranking 9 se-Jateng

Lepas Kafilah MTQ ke Tingkat Provinsi, Ini Harapan Bupati Asip

Menurutnya, ada dua model dalam mendidik seseorang sukses atau tidak.

Pertama, karena takdir dan kedua proses yang umum adalah proses melalui jalur belajar.

"Semua bisa karena dari Allah. Saya mohon kepada ustad/ustadzah tolong anak-anak diarahkan, dibina dan dikembangkan terus hingga pada saatnya bisa jadi orang-orang yang bisa menyampaikan nasehat-nasehat dengan talenta yang dimiliki," tuturnya.

Asip menambahkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat serius dalam rangka membina pendidikan keagamaan.

"Anggaran kita untuk TPQ, madrasah diniyah (madin), pondok pesantren, dari tahun ke tahun semakin meningkat."

"Kemudian, semua guru TPQ, madin, guru-guru swasta sekarang dapat bantuan. Total anggaran Rp 5,7 milyar untuk TPQ, madin, ponpes dan lembaga," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved