Bupati Brebes Minta Masyarakat Ikut Awasi Penerapan UMK 2020

Jika ada pengusaha atau pelaku usaha yang membandel dan tak menjalankan UMK tersebut pada 2020, masyarakat bisa melaporkannya ke instansi terkait

Bupati Brebes Minta Masyarakat Ikut Awasi Penerapan UMK 2020
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Bupati Brebes, Idza Priyanti, saat memimpin upacara 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Bupati Brebes, Idza Priyanti, meminta masyarakat untuk ikut mengawasi penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2020 Brebes yang sudah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebesar Rp 1,807 juta.

Jika ada pengusaha atau pelaku usaha yang membandel dan tak menjalankan UMK tersebut pada 2020, masyarakat bisa melaporkannya ke instansi terkait.

"Laporkan sesuai prosedur dan aturan jika ada yang membandel. Kepada para pengusaha, kami juga minta agar mematuhi dan melaksanakan," kata Idza, Kamis (21/11/2019).

Penerapan UMK 2020 tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Idza, dengan meningkatnya besaran UMK maka akan memacu semangat kerja para karyawan, pekerja dan buruh, agar bisa sesuai standar.

Tak hanya itu, lanjutnya, besaran UMK 2020 yang hanya meningkat 8,51 persen, juga menjadi strategi Pemkab Brebes untuk menarik banyak investor seiring adanya penetapan kawasan industri Brebes (KIB).

"Ini menjadi strategi kami untuk menarik banyak investor. Tentunya, kami memberikan dukungan penuh agar cepat terealisasi kawasan induatri Brebes," paparnya.

Dengan begitu, makan akan memberikan dampak yang besar kepada masyarakat Brebes. Mulai dari peningkatan kesejahteraan, berkurangnya jumlah pengangguran, dan peningkatan ekonomi.

"Dan yang pasti akan membuat perekonomian di Brebes meloncat menjadi 7 persen," ucapnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved