Kapolres Pekalongan Benarkan Ada Mantan Kades Wonosido Ditangkap Terkait Kasus Dana Desa

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko membenarkan anggota unit Resmob Satreskrim Polres Pekalongan telah mengamankan mantan Kepala Desa Wonosido

Kapolres Pekalongan Benarkan Ada Mantan Kades Wonosido Ditangkap Terkait Kasus Dana Desa
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko membenarkan anggota unit Resmob Satreskrim Polres Pekalongan telah mengamankan mantan Kepala Desa Wonosido Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

"Benar, anggota telah mengamankan mantan Kepala Desa Wonosido yang bernama Sugito (55)," kata AKBP Aris saat dihubungi Tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Kamis, (21/11/2019).

Sebelumnya, mantan Kades Wonosido, Kecamatan Lebakbarang diamankan lantaran diduga korupsi anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018.

Informasi yang diperoleh Tribunjateng.com, mantan Kades Wonosido Kecamatan Lebakbarang diamankan di jalan raya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kamis (14/11/2019) sekira pukul 17.30 WIB.

Mantan kades, diamankan berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi dan saksi ahli atas dugaan penyelewengan DD dan ADD 2018.

Diketahui, bahwa untuk DD tahap I, II dan III senilai Rp 724 juta keseluruhannya sudah dicairkan dari RKD, dimana untuk DD tahap I dan II sudah dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana tercantum di proposal pengajuan Dana Desa.

Namun, ada satu kegiatan yang sempat tidak selesai 100 persen yaitu penyertaan modal BUMDes berupa pengadaan 10 ekor sapi.

Awalnya, hanya dibelikan 7 ekor sapi, sehingga masih ada kekurangan 3 ekor sapi, meskipun kekurangan sapi tersebut sudah dipenuhi oleh keluarga.

Kemudian untuk pencairan tahap III dari RKD 2 kali, dilakukan sendiri dengan melampirkan berita acara verifikasi yang dipalsukan.

Dimana, seharusnya pencairan DD hanya boleh dicairkan kepala desa bersama bendahara desa, selain itu harus melampirkan berita acara verifikasi yang ditandatangani oleh camat.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh anggota unit tipikor Satreskrim Polres Pekalongan, akhirnya mantan kades ditetapkan sebagai tersangka dengan sejumlah barang bukti. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved