KISAH INSPIRATIF : Perjalanan Soto Pak Wito Sempat Tutup Kini Punya 45 Karyawan

Mempertahankan cita rasa khas kuliner puluhan tahun butuh penanganan khusus. Setyo Budi membuktikan hal itu.

KISAH INSPIRATIF : Perjalanan Soto Pak Wito Sempat Tutup Kini Punya 45 Karyawan
rival almanaf
Setyo Budi Rahayu (50) meracik soto di warung Soto Pak Wito, miliknya di Jalan Madukoro Raya Semarang, Sabtu (17/11/2019). 

Sebastian Hendra Putra salah satu pembeli soto menyatakan sudah berlangganan menyantap hidangan berkuah bening itu sejak dua tahun lalu.

Ia pun mendapat undangan untuk bisa datang di peresmian warung baru.

"Yang saya suka itu gurihnya ya, karena di sini bisa minta bawang goreng sesuka kita banyak bisa sedikit bisa," terangnya.

Dengan kuah soto yang bening menurutnya akan semakin menggiurkan jika dicampur dengan sambal.

Terlebih ditemani dengan satai dan tempe yang digoreng renyah. "Ya rasanya beda dengan soto lainnya, jadi membuat kita pengin ke sini lagi. Terlebih harganya juga terjangkau, satu porsi cuma Rp 12 ribu," bebernya.

Sementara itu Setyo Budi Rahayu, pemilik Soto Pak Wito merahasiakan racikan masakannya sehingga membuat sedap.

"Kalau resep ya rahasia itu nanti akan saya turunkan ke anak saya," kelakarnya.

Meski demikian ia menyebut kekhasan soto di tempatnya adalah dengan bebasnya pengunjung mengambil bawang goreng.

"Di sini bebas ambil bawang goreng, jadi itu yang akan membuat rasanya semakin gurih," pungkasnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved