Breaking News:

Menteri PPPA Ajak BUMN dan BUMD lakukan Pemberdayaan Perempuan dari Sisi Ekonomi

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan melakukan pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Gusti Ayu Bintang Darmawanti berfoto bersama usai dialog bersama dengan Account Officer PNM Mekar dan keuangan dan administrasi mikro di Hotel UTC, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan melakukan pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi.

Rencananya menggandeng kementrian lain, BUMN, BUMD, maupun stakeholder lain.

"Kedepan kami lakukan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi bersinergi dengan semua stakeholder sehingga makin banyak perempuan Indonesia yang diberdayakan. Salah satunya PNM, ada 5,7 juta perempuan yang diberdayakan. Ini infrastruktur yang jelas. Kami optimalkan dulu, intens kerjasama," papar Menteri PPPA, Gusti Ayu Bintang Darmawanti, usai dialog bersama dengan Account Officer PNM Mekaar serta keuangan dan administrasi mikro di Hotel UTC, Rabu (20/11/2019).

Ini Alasan Kementerian PPPA Bidik Kaum Millenial Sosialisasikan KDRT di Kabupaten Batang

Kementerian PPPA Ajak Seluruh Masyarakat Ikut Tangani Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak

 Menurutnya, kekerasan terhadap wanita akan turun apabila wanita berdaya dari sisi ekonomi.

Ekonomi merupakan kunci yang harus dibuka peluang sebesar-besarnya untuk perempuan.

"Jadi dengan adanya ekonomi maka akan berdampak pada yang lainnya," tambahnya.

Pendampingan yang dilakukan PNM bisa menjadi perpanjangan tangan Kemen PPPA menurunkan angka kekerasan.

Account Officer (AO) juga diharapkan menjadi duta untuk bergandeng tangan dalam mempercepat pemberdayaan perempuan dalam hal kewirausahaan.

Direktur Utama PNM Mekaar, Arief Mulyadi mengatakan ada nilai tambah pembinaan bagi para perempuan

Secara nasional para perempuan akan memberikan kontribusi kehidupan keluarga yang lebih baik.

"Setiap minggu kami kumpulkan beri pembinaan untuk usahanya. Dengan kerjasama ini, ada tambahan konten pembinaan. Setelah mereka siap jadi penambah pendapatan keluarga, ada penambahan konten tentang bagaimana keluarga dibentuk dan bagaimana keluarga harus berlangsung," paparnya. (eyf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved