Phapros Beri Pelatihan Pengemasan Terhadap UMKM Binaan

PT Phapros di Simongan Semarang ia menjelaskan saat ini yang dibutuhkan UMKM adalah branding dan perbaikan desain kemasan produk.

Phapros Beri Pelatihan Pengemasan Terhadap UMKM Binaan
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Pembukaan pelatihan pengemasan produk untuk UMKM mitra binaan PT Phapros di pabrik Simongan, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Koperasi dan UKM Jateng ingin BUMN di provinsi ini bisa setidaknya membantu usaha mikro, kecil, dan menengah untuk naik kelas.

Sesuai arahan Menteri BUMN bahwa setiap badan usaha diminta untuk melakukan bina lingkungan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan terhadap UMKM.

Mereka bisa ikut andil dengan memberikan bantuan permodalan dengan bunga yang rendah. Hingga memberikan pendampingan dengan pelatihan-pelatihan wirausaha.

"Di Jateng ini ada 4,08 juta usaha mikro dan kecil. Ya kami ingin BUMN bisa menaik kelaskan 10 persen saja sudah terimakasih sekali, karena tidak mudah memang," terang Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ema Rachmawati, Kamis (21/11/2019).

Ditemui dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas UMKM binaan PT Phapros di Simongan Semarang ia menjelaskan saat ini yang dibutuhkan UMKM adalah branding dan perbaikan desain kemasan produk.

Ia tidak memungkiri sudah ada produk dari usaha mikro yang memiliki kemasan yang bagus, namun yang belum juga lebih banyak.

"Kebetulan Phapros punya program pelatihan ini maka sangat kami apresiasi sekali. Kedepan kami juga berencana mengajak mahasiswa desain untuk bekerjasama terkait kemasan produk UMKM," tambahnya.

Ia memilih kalangan akademis karena menurutnya biaya yang dikeluarkan lebih rasional bagi pelaku usaha mikro. Ia memaparkan, jika menggandeng konsultan bisnis biaya yang ditimbulkan lebih besar, per kemasan bisa sampai Rp 2,5 juta.

Ema ingin apa yang dilakukan Phapros bisa menjadi contoh bagi BUMN lainnya untuk melakukan hal serupa. "Sebenarnya banyak BUMN yang mendampingi UKM namun terkadang laporannya tidak sampai ke kami," tambahnya.

Di lain sisi Direktur Produksi PT Phapros Tbk, Syamsul Huda menambahkan pihaknya tidak hanya memberikan bantuan dana kepada UMKM untuk bisa berkembang.

"Kami juga ingin memberikan nilai tambah pelatihan pengemasan. Kami melihat bungkus itu penting, kerupuk miasalnya yang biasanya dijual Rp 500 dengan kemasan yang bagus, orang mau membeli dengan harga Rp 5000," imbuh Syamsul Huda.

Pelatihan terhadap UMKM bukan kegiatan pertama bagi mereka. Sebelumnya, materi soal pengelolaan keuangan, pembukuan, juga pernah diberkan kepada pelaku usaha mikro yang menjadi mitra.

Saat ini Phapros mendampingi sekitar 167 UMKM, mereka yang mengikuti pelatihan itu mayoritas yang bergerak di bidang kuliner.

"Kami juga ada tahapan wisuda bagi pelaku usaha. Mereka sudah melewati semua pelatihan, menyelesaikan bantuan permodalan, hingga benar-benar menjadi wirausahawan," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved