USM dan Polda Jateng Gelar Seminar Kebangsaan bagi Mahasiswa

Acara ini dimaksudkan meningkatkan rasa kebangsaan, meningkatkan toleransi umat beragama dam paham radikalisme.

USM dan Polda Jateng Gelar Seminar Kebangsaan bagi Mahasiswa
IST
USM bersama Polda Jateng menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bagi mahasiswa Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Univeritas Semarang (USM) dan Polda Jateng menggelar Seminar Kebangsaan bagi mahasiswa Jawa Tengah di Gedung V lt 6 kampus setempat, Kamis (21/11/2019).

Acara ini bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaaan bagi mahasiswa.

Ketua panitia Ratna selaku Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Jateng menyampaikan acara ini dimaksudkan meningkatkan rasa kebangsaan, toleransi umat beragama, dan menangkal paham radikalisme.

Acara ini dihadiri oleh Kombes Pol Budi Utomo, Direktur Pasca Sarjana USM Dr Djoko Santoso, dan Mahmud Haryono.

Dalam paparannya di depan lebih dari 150 mahasiswa dari beberapa universitas, Kombes Budi Utomo menyampaikan kemajuan bangsa Indonesia harus dijaga.

Dipelihara sebagai modal sosial dan juga sumber kekayaan.

Bangsa Indonesia harus terus dijaga dan dipertahankan dari paham-paham radikal.

“Menjaga dan mempertahankan NKRI adalah tanggung jawab seluruh warga negara. Tidak hanya mahasiswa atau POLRI tetapi seluruh komponen bangsa dari upaya-upaya memecah, mengancam kesatuan bangsa. NKRI harga mati,” tandasnya.

Adapun Mahmud Haryono menyampaikan semakin banyak orang-orang yang mengikuti paham-paham radikalisme sehingga mereka melakukan tindak pidana.

“Pencegahan wajib lebih dini sehingga saudara-saudara kita tidak terjerumus dalam jaringan yang jelas merugikan negara,” papar dia.

Mahmud Haryono juga berharap mahasiswa tidak terjebak oleh provokator-provokator dan iklan-iklan atau pihak yang menyarankan bergabung denganjaringan radikalisme.

Dr Djoko Santoso menambahkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat bebas sehingga bisa berdampak pada rasa cinta tanah air dan bangga tanah air sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

“Jangan mudah terpengaruh atau dengan mudah ikut paham-paham radikalisme, karena lewat radikalisme Bangsa Indonesia bisa hancur,” jelasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved