Awasi Produk Pangan Berfortifikasi, BPOM Dukung Pencegahan Stunting

Pengawasan produk pangan berfortifikasi merupakan bentuk andil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam program pencegahan stunting.

Awasi Produk Pangan Berfortifikasi, BPOM Dukung Pencegahan Stunting
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Seminar bertajuk "Peduli Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya" yang digelar BPPOM Semarang bersama Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso di Aula Rumah Makan Sapto Renggo Baru Pati, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengawasan produk pangan berfortifikasi merupakan bentuk andil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam program pencegahan stunting.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Safriansyah usai memberi materi dalam seminar bertajuk "Peduli Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya" yang digelar BPPOM Semarang bersama Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso, Jumat (22/11/2019). Seminar ini dilaksanakan di Aula Rumah Makan Sapto Renggo Baru Pati.

Untuk diketahui, stunting ialah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (tubuh dan otak) akibat kurang gizi dalam waktu lama.

Adapun produk pangan berfortifikasi ialah produk pangan yang diberikan tambahan zat gizi esensial.

"Pangan yang diberi fortifikasi itu contohnya garam beryodium. Di mana yodium ini adalah zat gizi mikro yang memang diperlukan untuk pertumbuhan," ucapnya.

Safriansyah mengatakan, satu di antara akibat kekurangan yodium adalah stunting.

Karena itu, pengawasan garam beryodium di pasaran juga diakukan demi mencegah stunting akibat mengkonsumsi garam yang kandungan yodiumnya kurang.

Produk pangan fortifikasi selanjutnya ialah tepung terigu.

Sekarang ini, sebut Safriansyah, produk tepung terigu diberi zat gizi tambahan berupa zat besi, vitamin B2, B6, dan B12.

"Kita awasi selama ini, tepung yang beredar kita lihat masih memenuhi syarat kandungan fortifikasinya. Artinya, kalau masyarakat membeli tepung terigu yang bermerek dan berizin, mereka akan mendapatkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan," jelasnya.

Ia menambahkan, meski belum diwajibkan, produk minyak goreng juga sekarang ditambahi vitamin A untuk membantu pertumbuhan.

Namun, karena belum diwajibkan, sifat fortifikasi ini masih sukarela.

"Tapi yang di pasaran umumnya sudah mengandung vitamin A. Ini tujuannya ya semua diarahkan untuk mendukung percepatan pencegahan stunting," katanya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved