Begal Masih Berseliweran di Semarang, Hendi Siap Pasang 10 Ribu CCTV yang Terhubung ke Polrestabes

CCTV itu akan terhubung dengan Situation Room Pemkot Semarang dan Polrestabes Semarang

Begal Masih Berseliweran di Semarang, Hendi Siap Pasang 10 Ribu CCTV yang Terhubung ke Polrestabes
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) memberikan paparannya saat acara Sosialisasi Hasil Kerja Sama Pemkot Semarang untuk Percepatan Pembangunan di Patra Hotel, Kamis (21/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan sebentar lagi pihaknya akan memasang CCTV di seluruh Kota Semarang yang tersebar di 10 ribu titik.

CCTV itu akan terhubung dengan Situation Room Pemkot Semarang dan Polrestabes Semarang.

Menurut Hendi, hal tersebut bertujuan untuk mengamankan dan memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat Kota Semarang.

“Suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan pihak kepolisian, ada begal yang tertangkap kamera CCTV setempat kemudian kami urutkan ke mana perginya,” ungkap Hendi saat memberikan paparan dalam Sosialisasi Hasil Kerja Pemkot Semarang untuk Percepatan Pembangunan di Patra Hotel, Kamis (21/11/2019) malam.

“Namun, persoalannya waktu itu kami belum punya CCTV yang terhubung, sehingga begal-begal itu habis mukulin orang dikejar keluar gang pergerakannya tidak terlihat,” imbuhnya.

Orang nomor wahid di Kota Semarang tersebut berharap pemasangan CCTV dapat menjadi salah satu alat untuk mempermudah mengungkapkan sebuah kasus, terutama pencurian dan pembegalan.

Hendi menyebutkan, pihaknya pada 2020 bakal menganggarkan 18 miliar Rupiah untuk menyambungkan seluruh CCTV yang ada di setiap RT.

“Jadi CCTV ini bukan buat gaya-gayaan, tapi untuk mengamankan wilayah masyarakat Kota Semarang,” tutur Hendi.

Dari pantauan Tribunjateng.com, sejumlah kejadian pembegalan masih terjadi di Kota Semarang akhir-akhir ini.

Aksi begal diwarnai dengan kekerasan menggunakan senjata tajam membuat warga resah.

Terpisah, salah satu warga Kaligarang Semarang berinisial GR mengaku sempat diancam akan dibacok oleh segerombolan pria tak dikenal saat mengendarai motor di Jalan Bergota, Randusari, Semarang Selatan, Semarang pada Kamis (21/11/2019) sore.

Ia menyebutkan, segerombolan pria tersebut berjumlah 12 orang menggunakan motor dan ada yang membawa senjata tajam.

GR sempat diminta untuk melepas helmnya atau ia bakal dibacok.

Namun, GR saat itu dengan cepat bisa melarikan diri dengan memutar arah. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved