Jalur Pendakian Gunung Rinjani Hanya Sampai Pelawangan, Ini Alasan BTNGR

Rabu (6/11/2019), jalur pendakian Gunung Rinjani yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah dibuka.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Hanya Sampai Pelawangan, Ini Alasan BTNGR
ISTIMEWA
Fenomena awan berbentuk topi di Gunung Rinjani, Lombok, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, LOMBOK - Rabu (6/11/2019), jalur pendakian Gunung Rinjani yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah dibuka.

Sebelumnya, jalur tersebut ditutup lantaran kebakaran hutan pada 20 Oktober 2019.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Dedy Asriady.

"Sejak dibuka kembali pada 6 November 2019, (Gunung Rinjani) mulai ramai lagi dan pelaku wisata kembali bergairah," kata Dedy ketika dihubungi melalui Kompas.com, Minggu (24/11/2019).

Adapun jalur pendakian Gunung Rinjani yang diperbolehkan yaitu tetap di jalur resmi seperti Pintu Senaru, Pintu Sembalun, Pintu Aikberik, dan Pintu Timbanuh.

Meski telah dibuka kembali, Dedy tetap mengimbau agar pendaki tidak melebihi Pelawangan.

Ada beberapa larangan yang disampaikan pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

"Semua pintu tersebut hanya diperbolehkan sampai Pelawangan."

"Tidak boleh ke puncak dan turun ke Danau Segara Anak," lanjutnya.

Sekadar informasi, sejak Gempa 2018, pendakian Rinjani sempat dibuka kembali pada 14 Juni 2019.

Namun karena kebakaran hutan pada 20 Oktober 2019, gunung berketinggian 3.726 mdpl itu kembali ditutup.

Akibat kebakaran hutan tersebut, seluruh aktivitas pelayanan registrasi pendakian pada semua jalur pendakian dihentikan.

Luas areal kebakaran hutan di wilayah Senaru dan Sembalun yang terjadi dari 19 sampai 20 Oktober 2019 diperkirakan seluas 2.557 hektare. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasca Kebakaran, Gunung Rinjani Kembali Dibuka untuk Pendakian"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved