Tak Kuat Menanjak, Truk Muat Eskavator Kecelakaan di Jalan di Tol Tembalang-Ungaran
Truk yang memuat ekskavator seberat 22 ton dari Serang menuju Mojokerto, mengalami kecelakaan di tanjakan ruas Tol Tembalang-Ungaran
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Truk yang memuat ekskavator seberat 22 ton dari Serang menuju Mojokerto, mengalami kecelakaan di tanjakan ruas Tol Tembalang-Ungaran KM 430, Minggu (24/11/2019) sekiranya pukul 03.00 dini hari.
Truk bernomor polisi B 9287 WV yang dikemudian Asnawi (50), asal Betawi bersama 3 rekannya, disebutnya ada masalah pada kopling seolah los kendali.
Padahal, ia mengaku sudah memasukkan gigi satu sejak di bawah.
Di lokasi kecelakaan tersebut, kebetulan terpaut beberapa ratus meter sebelum Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan yang menewaskan Novelis Indonesia NH Dini beberapa waktu lalu.
"Tiba-tiba kopling enggak ngangkat, kayak kampasnya habis. Padahal di bawah sudah kebanan (pecah ban) baru lanjut. Direm enggak kuat, truk sempat muter setengah lingkaran nabrak tembok tengah," katanya ditemui di lokasi.
Pasca truk berjalan mundur tabrak median tengah jalan, muatanpun merosot. Roda sebelah ezkavator anjlog dan jatuh ke aspal. Sementara roda satunya masih di bak truk.
Badan truk pun sempat terangkat tinggi hampir terbalik.
"Saat itu teman-teman langsung tahan badan muatan dengan alat seadanya. Ban sebelah kanan kiri truk kita gembosi biar enggak keangkat. Alhamdulillah tidak ada yang luka," lanjutnya.
Akibat kecelakaan tersebut, kemacetan terjadi hingga gerbang Tol Jatingaleh sekitar satu kilometer. Hal tersebut dikarenakan dua lajur jalan tertutup oleh badan truk dan ekskavator.
Untuk melakukan evakuasi, satu unit mobil krain dan satu unit mobil derek dikerahkan.
Truk beserta ekskavator baru bisa dievakuasi dibantu tim Jasa Marga dan Kepolisian Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang sekiranya pukul 12.20 WIB.
Arus lalu lintas di Jalan Tol Tembalang-Ungaran baru terurai pukul 12.30 WIB.
Traffic Manager Jasamarga Tol Semarang, Ferza Gauthama mengungkapkan, pihaknya mohon maaf kepada pengguna jalan atas ketersendatan arus lalu lintas khususnya di Tol Tembalang-Ungaran.
Hal tersebut dikarenakan 2 lajur jalan yakni lajur 1 dan 2 terhalang oleh badan truk dan ekskavator menyisakan satu lajur.
"Kita sudah tutup gerbang masuk tol Jatingaleh arah Ungaran sejak pukul 10.00. Harapannya supaya tidak terjadi penumpukan volume lebih banyak lagi.
Namun karena lajur yang bisa terlakai hanya satu saja tetap tersendat dan baru bisa ditangani kembali lancar siang hari," katanya. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ekskavator-yang-diangkut-dengan-truk-kecelakaan-di-tanjakantol-tembalang-ungaran-km-430.jpg)