Breaking News:

Dinkes Kota Pekalongan Minta Sekolah Mulai Berikan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyebut sudah saaatnya memberikan pendidikan terkait reproduksi dan seksualitas

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, saat didatangi Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyebut sudah saaatnya memberikan pendidikan terkait reproduksi dan seksualitas kepada para pelajar khususnya remaja.

"Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas bukan lagi kebutuhan tapi hak para remaja serta pelajar," ujar Slamet Budiyanto, di kantornya, Senin (25/11/2019).

Untuk memenuhi hak memperoleh ilmu, Slamet berharap di Hari Guru, tenaga pengajar mulai memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.

Menurutnya, selama ini untuk memenuhi hak memperoleh pendidikan mengenai kesehatan reproduksi, pemerintah sudah melakukan dengan berbagai cara.

"Program itu sebenarnya sudah berjalan melalui konselor ke sekolah, Universitas dan organisasi kepemudaan," ucapnya.

9 Perwira Duduki Jabatan Baru di Polres Brebes, Ini Daftarnya

Bupati Haryanto Sebut Tidak Ada Masalah dalam Kehidupan Beragama di Pati

Meski demikian, Slamet merasa pendidikan mengenai kesehatan reproduksi kurang begitu masif.

"Memang tugas konselor memberikan pendidikan itu, tapi jika dibantu dengan pihak sekolah dan tenaga pengajar pasti akan lebih baik," jelasnya.

Pendidikan kesehatan reproduksi serta seks, dikatakan Slamet penting guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Misalnya mencegah kehamilan beresiko, atau pernikahan dini.

Pasalnya belum banyak yang tahu usia muda rentang terhadap kehamilan beresiko," paparnya.

Ditambahkannya, meski remaja berusia 18 tahun diperbolehkan menikah, namun fisik mereka belum matang.

"Terutama organ reproduksi mereka, pengetahuan ini sangat penting diberikan ke remaja dan pelajar, selain menekan kasus kematian ibu dan anak, juga mencegah kehamilan beresiko," tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved