Kabupaten Pati Dapat Dana Desa dan Dana Transfer Daerah Rp 2,14 Triliun pada 2020

Pada 2020, Kabupaten Pati akan mendapatkan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 2,14 triliun.

Kabupaten Pati Dapat Dana Desa dan Dana Transfer Daerah Rp 2,14 Triliun pada 2020
IST
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara simbolik menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Anggaran Dana Transfer Daerah kepada Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Senin (25/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada 2020, Kabupaten Pati akan mendapatkan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 2,14 triliun.

Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Anggaran Dana Transfer Daerah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan secara simbolis kepada Wakil Bupati Saiful Arifin dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (25/11/2019).

Selain menyerahkan dana transfer daerah, dalam kesempatan itu Gubernur juga menyerahkan DIPA kepada pimpinan lembaga/kementerian /instansi vertikal di wilayah Provinsi Jateng.

Acara tersebut juga dihadiri oleh unsur Pimpinan Forkompinda Tingkat Provinsi Jateng, Bupati/Walikota se-Jateng, jajaran pimpinan satker kementerian/lembaga di wilayah Jateng serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo menyampaikan pesan kepada para pimpinan daerah tingkat kabupaten yang menerima bantuan dana transfer daerah untuk pembiayaan dana desa agar segera direalisasikan guna percepatan pembangunan di daerah, sesuai pesan Presiden Jokowi.

“Jangan takut menggunakan dana desa. Pemerintah pusat sedang berupaya menyederhanakan regulasi-regulasi yang saling tumpang tindih, namun tetap harus sesuai aturan,” tegas Ganjar sebagaimana dalam rilis Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Pati pada Tribunjateng.com.

Lebih lanjut, dengan akan berakhirnya tahun anggaran 2019, tentunya harus terus dilakukan evaluasi dan peninjuan kembali terkait pelaksanaannya.

Khususnya terkait prioritas dan kualitas belanja pemerintah sepanjang tahun angaran 2019.

Ganjar juga mengatakan, mengingat besarnya alokasi dana desa 2020, para bupati/walikota diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan dana desa dan meningkatkan alokasi dana desa dari tahun sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved