Utamakan Layanan Tuna Netra, Perpustakaan Braille Kota Tegal Masih Sepi Pengunjung

Pustaka braille menjadi sebagian inovasi dari Perpustakaan Mr Besar Martokoesoemo Kota Tegal

Utamakan Layanan Tuna Netra, Perpustakaan Braille Kota Tegal Masih Sepi Pengunjung
Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin
Kabid Perpustakaan Arpusda Kota Tegal, Wiluyo 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Perpustakaan Daerah Kota Tegal Mr Besar Martokoesoemo, sejak Maret 2019 telah memiliki ruang baca khusus koleksi buku braille.

Namun, masih sedikit penyandang tunanetra yang datang mengunjunginya.

Kabid Perpustakaan Arpusda Kota Tegal, Wiluyo mengatakan, pustaka braille menjadi sebagian inovasi dari Perpustakaan Mr Besar Martokoesoemo Kota Tegal.

Inovasi lain, ada pustaka umum, pustaka anak, pustaka entrepreneurship, pustaka keliling, dan pustaka bahasa lokal.

Wiluyo mengatakan, masih banyak penyandang tunanetra yang belum percaya diri datang ke Perpustakaan Mr Besar Martokoesoemo.

"Yang secara rutin datang kemari hanya satu dua orang saja. Padahal, kami itu ingin pelayanan perpustakaan ini bisa dinikmati oleh semua orang," kata Wiluyo kepada tribunjateng.com, Senin (25/11/2019).

PERHATIKAN! Pemberlakukan Satu Arah di Jalan Diponegoro Kota Tegal, Uji Coba 1 Desember

Warga Kebumen dan Kota Tegal Dapat Mobil dalam Gebyar Hadiah Samsat 2019

HUT ke-48 Korpri Kota Tegal, Ada Jalan Sehat Berhadiah Motor

Menurut Wiluyo, pihaknya terus akan menyosialisasikan dan mengenalkan pustaka braille kepada penyandang tunanetra di Kota Tegal.

Ia mengatakan, ada berbagai koleksi yang bisa dimanfaatkan, seperti Alquran braille, infopedia braille, kamus braille, dan berbagai koleksi umum dalam huruf braille.

Wiluyo menyadari, beberapa akses jalan di Perpustakaan Mr Besar Martokoesoemo, masih harus diperbaiki.

Apalagi, ruang baca khusus koleksi braille pun masih baru.

"Setahu kami, mereka banyak. Di Kota Tegal ada komunitasnya juga. Kami akan terus mengajak dan menyosialisasikan," ungkapnya.

Mengenai minat baca warga Kota Tegal secara umum, menurut Wiluyo, tiga tahun terakhir ada peningkatan.

Ia menyampaikan, pada 2016 ada 16.766 pengunjung, pada 2017 ada 21.212 pengunjung, dan pada 2018 ada 27.163 pengunjung.

"Semula kami khawatir gawai menjadikan buku jadi tidak laku. Tapi ternyata salah. Di samping bermain gawai, mereka itu menganggap buku menjadi hal penting. Bahkan kebutuhan," jelasnya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved