3 Bulan Gunakan Jargas PGN, Pemilik UMKM Bakso Mawardi Hemat Biaya Produksi Sampai Jutaan

Pemilik jaringan Bakso Mawardi tersebut sudah menggunakan jaringan gas sejak tiga bulan terakhir

3 Bulan Gunakan Jargas PGN, Pemilik UMKM Bakso Mawardi Hemat Biaya Produksi Sampai Jutaan
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Pekerja sedang melakukan pengecekan pipa Gas PGN di rumah produksi bakso Mawardi Kampung Ngestimulyo RT 06/RW 03, Kelurahan Mlati Baru, Kecamatan Semarang Timur, Jawa Tengah, Rabu (27/11). Terobosan pembangunan infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGN untuk wilayah Semarang adalah melalui pembangunan infrastruktur CNG sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur pipa gas bumi terbangun untuk menghubungkan Jawa Timur sebagai titik pasok dengan Jawa Tengah sebagai titik pasar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jaringan Gas PGN kini tidak hanya menyasar industri besar dan pelanggan ritel rumahan. Segmen usaha kecil dan menengah juga menjadi sasaran.

Salah satu pelaku UMKM yang telah merasakan layanan energi gas PGN adalah Purni Rahayu (53).

Pemilik jaringan Bakso Mawardi tersebut sudah menggunakan jaringan gas sejak tiga bulan terakhir.

Ditemui di rumah produksinya di Kelurahan Mlatiharjo, Kota Semarang, dia menjelaskan sejak tiga bulan menggunakan jargas PGN bisa menekan biaya produksi.

"Sebelumnya pakai tabung gas LPG, konsumsinya 10 tabung seminggu, dengan harga Rp 145 ribu per kilo," terang Purni, Rabu (27/11/2019). Dia menyebut memang membutuhkan bahan bakar yang banyak, karena dalam sehari harus memenuhi konsumsi bakso di lima cabang tokonya.

Namun kini ongkos produksinya bisa ditekan setelah empat tungkunya menggunakan jaringan gas. Dengan biaya penggunaan hanya Rp 1,5 juta perbulan ia bisa berhemat Rp 2 hingga 3 juta setiap bulannya.

"Yang paling kerasa memang untuk biaya produksi, kalau kualitas api untuk masak sih sebenarnya sama juga saat menggunakan LPG," terang Purni.

Ia menjelaskan hanya ada sedikit biaya tambahan saat instalasi jargas. Meski demikian, wanita yang memiliki tiga anak ini menyebut biayanya tidak begitu banyak. Sudah tertutup dari penghematan produksi di bulan pertama.

Ia menyebut ada 11 tungku di rumahnya, hanya empat yang sudah menggunakan jargas PGN. Sisanya masih menggunakan LPG. Meski demikian ia enggan mengganti semua tungkunya dengan gas.

"Alasannya lebih karena faktor sosial, sudah punya langganan LPG lama. Kasian kalau diganti gas semua. Kalau bicara irit sebenarnya ya irit pakai jargas," pungkasnya. (*)

Tags
UMKM
PGN
Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved