BPBD Jateng Minta Kabupaten Kendal Antisipasi Dini Potensi Bencana di Musim Hujan

BPBD Jawa tengah meminta Kabupaten Kendal untuk melakukan antisipasi sejak dini bencana alam pada musim penghujan.

TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Ketua Forum PRB Jateng, Juni E Nugroho tengah memberikan materi dalam Pembentukan Forum PRB Kendal pada Kamis (28/11) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - BPBD Jawa tengah meminta Kabupaten Kendal untuk melakukan antisipasi sejak dini bencana alam pada musim penghujan.

Musim penghujan yang diprediksi akan lebih ekstrim membuat sejumlah daerah di Jawa tengah beresiko terjadi bencana alam.

Staff Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah, Retno mengatakan bahwa Jawa Tengah pada umumnya mempunyai potensi terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, tsunami, gagal teknologi, kekeringan, letusan gunung api, angin, kebakaran dan bencana sosial.

Saat penghujan tiba potensi bencana yang disebabkan air hujan mengalami peningkatan.

" Dalam UU nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak dilakukan pemerintahan saja, namun melibatkan stakeholder lainnya," ujarnya dalam pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Kendal pada Kamis (28/11).

Tak Perlu ke Jepang untuk Lihat Bunga Sakura, di Objek Wisata Goa Lawa Purbalingga juga Ada

12 Tempat Ibadah dan Pendidikan di Kota Pekalongan dapat Bantuan Rp 165 Juta dari Jasa Raharja

Tim Advokasi Petambak Losari Brebes Akan Tempuh Jalur Hukum Kembalikan Lahan yang Terkena Abrasi

Maraknya Pernikahan Dini di Tegal Disebabkan Hamil di Luar Nikah

Ia mengatakan bahwa bencana di Kabupaten Kendal ini hampir sama dengan di Jawa Tengah.

Ia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Kendal dan Stakeholder lainnya dapat saling bahu membahu untuk menurunkan resiko bencana.

Ketua Forum PRB Jawa Tengah, Juni E Nugroho menuturkan bahwa keberadaan Forum PRB ini sangatlah penting.

Pasalnya semua stakeholder bergerak bersama untuk mengurangi resiko bencana alam dan dampak kerugian yang ditimbulkannya.

"Jadi, tidak boleh takut dengan bencana.

Semua elemen harus siap mengantisipasi supaya resiko yang diakibatkan bencana dapat diminimalisir.," jelasnya

Sementara itu Ketua Forum PRB Kendal Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi bencana, seperti banjir, longsor dan angin puting beliung.

Selain itu juga telah melakukan sosialisasi kepada warga melalui perwakilan yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan.

"Kami dalam waktu dekat akan mengadakan apel siaga bencana untuk menghadapi musim penghujan.

Puncak musim hujan diprediksi pada Januari dan Februari 2020," katanya. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved