Disdikbud Jateng Minta Museum Ranggawarsita Sajikan Informasi Berbasi Terknologi Ramah Generasi Muda

Disdikbud Jateng meminta pengelola Museum Ranggawarsita terus memberikan sajian ramah terhadap generasi muda.

Disdikbud Jateng Minta Museum Ranggawarsita Sajikan Informasi Berbasi Terknologi Ramah Generasi Muda
Tribun Jateng/ Akbar Hari Mukti
Kepala Disdikbud Jateng Jumeri memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat yang menghibahkan koleksi ke Museum Ranggawarsita, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Disdikbud Jateng meminta pengelola Museum Ranggawarsita terus memberikan sajian ramah terhadap generasi muda.

Salah satunya lewat penyajian yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

"Usahakan penyajian berbasis teknologi informasi, dan promosi secara masif sehingga anak anak dapat ilmu terkait museum untuk masa depannya," jelas Kepala Disdikbud Jateng Jumeri di sela pagelaran wayang kulit inisiasi Disdikbud Jateng di Museum Ranggawarsita, Semarang, Kamis (28/11/2019) malam.

Menurutnya penyajian yang berbasis teknologi informasi di antaranya komputerisasi bagi pengunjung, hingga penataan koleksi museum yang lebih modern.

Jumeri Minta Kepala Sekolah di Jateng Simpan Alat Elektronik dan Berkas Penting di Tempat Aman

Hal tersebut, menurut Jumeri diperlukan agar anak-anak semakin terpancing untuk mendatangi Museum Ranggawarsita.

"Bisa meneruskan nilai edukasi. Di masa depan anak anak akan jadi penerus generasi, yang seharusnya jati dirinya tidak terputus. Dan bertahan keindonesiaannya," ungkapnya.

Apalagi menurut Jumeri saat ini Museum Ranggawarsita merupakan museum peringkat kedua di Indonesia, dalam hal jumlah koleksi.

Saat ini koleksi di museum tersebut kurang lebih 60 ribu koleksi.

"Museum ialah wahana universal dan mengandung nilai budaya dan sejarah. Itu bermanfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang," ungkap Jumeri.

Adapun pagelaran wayang semalam suntuk di Museum Ranggawarsita tersebut mengambil lakon Sumantri Prawiratama.

Ki Krisnanto menjadi dalang pagelaran wayang itu.

Kepala Museum Ronggawarsita Asih Widhiastuti menuturkan lewat pagelaran wayang tersebut dapat memberikan edukasi kepada generasi musa akan pentingnya jati diri dan karakter bangsa.

Sebelum pagelaran dimulai, ada juga pentas tembang macapat dan tari-tarian yang dipentaskan generasi muda Kota Semarang.

"Tujuannya sebagai upaya pelestarian seni tradisi Jawa. Juga pertunjukan wayang memiliki sumber nilai esensial kehidupan manusia," ungkap dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved