Ini Alasan Kenapa UMKM Lebih Hemat Biaya Produksi Jika Pakai Jargas PGN

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kini telah membidik segmen baru. Bukan konsumen ritel atau rumahan juga bukan Industri.

Ini Alasan Kenapa UMKM Lebih Hemat Biaya Produksi Jika Pakai Jargas PGN
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI - Pekerja sedang melakukan pengecekan pipa gas PGN di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Tambak Aji dan pipa gas di kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah, Kamis (3/10). Terobosan pembangunan infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGN untuk wilayah Semarang adalah melalui pembangunan infrastruktur CNG sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur pipa gas bumi terbangun untuk menghubungkan Jawa Timur sebagai titik pasok dengan Jawa Tengah sebagai titik pasar.Sesuai peran subholding gas, PGN melalui PT Pertagas tengah menyelesaikan jaringan pipa gas transmisi Gresik-Semarang. Pembangunan jaringan pipa gas transmisi 28 inci sepanjang 268 kilometer ini ditargetkan segera terealisasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kini telah membidik segmen baru.

Bukan konsumen ritel atau rumahan juga bukan Industri.

Namun, kalangan pengusaha mikro, kecil, menjadi bidikan baru.

Salah satu UMKM yang sudah menggunakan layanan gas PGN adalah Bakso Mawardi.

Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono mengatakan, PGN terus berusaha untuk mencukupi permintaan masyarakat akan gas bumi yang ramah lingkungan tersebut.

Adapun saat ini di wilayah Semarang PGN telah memasok gas bumi untuk 1791 pelanggan rumah tangga dan 642 pelanggan rumah tangga di wilayah Blora.

Pemkab Karanganyar Beri Bantuan Alat Kebencanaan ke 27 Organisasi Relawan

10 Ribu Pohon Ditanam PLN UID Jateng DIY dan Kodam IV Diponegoro

Industri Kaca Film Ikut Terdongkrak Berkat Kenaikan Penjualan Mobil di Akhir Tahun

HUT ke 4, Seluruh Karyawan Allstay Hotel Semarang Kompak Pakai Seragam Olahraga

"Untuk UMKM baru ada lima yang terdata di Semarang, karena biasanya masyarakat menggunakan gas bumi untuk macam-macam, tidak hanya untuk memasak kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Ia menyebutkan, di tahun 2020 PGN juga sudah melakukan pemasangan jaringan pipa gas bumi untuk 6000 rumah tangga di Semarang.

Ia menjelaskan, keuntungan UMKM jika menggunakan gas PGN memang bisa bertambah karena mampu menekan biaya produksi.

Jika pelaku UMKM menggunakan tabung gas, sudah seharusnya mereka menggunakan tabung biru yang non subsidi.

Hal iti karena tabung hijau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan subsidi.

Sementara itu, jika menggunakan jaringan gas PGN tarif rumah tangga dan UMKM tidak ada bedanya.

"Kami menyebutnya UMKM ini pelanggan kecil yang tarifnya masih sama dengan rumah tangga level dua yakni Rp 6 ribu per meter kubik.

Sementara rumah tangga level satu Rp 4250 meter kubik," tambah Heri.

Dia menambahkan, harga gas bumi tersebut akan mulai berlaku mulai Desember 2019. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved