Ribuan Ruang Kelas Sekolah di Jawa Tengah Rusak Berat, Terbanyak di Kota Semarang

Jumlah itu merupakan gabungan dari kerusakan berat di sekolah negeri berjumlah 1.647 dan sekolah swasta 6.135

Ribuan Ruang Kelas Sekolah di Jawa Tengah Rusak Berat, Terbanyak di Kota Semarang
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri memantau kondisi terkini di SMK Negeri 1 Miri Sragen, Kamis (21/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Aula SMK Negeri 1 Miri Sragen dan tiga ruang kelas SMK Negeri 2 Songgom Brebes roboh beberapa waktu lalu. Ternyata, di Jawa Tengah ada sebanyak 7.782 ruang kelas SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta mengalami kerusakan berat.

Jumlah itu merupakan gabungan dari kerusakan berat di sekolah negeri berjumlah 1.647 dan sekolah swasta 6.135.

"Kami sudah menugaskan pada semua cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng yang berjumlah 13 untuk mendata kondisi sekolah. Itu untuk memastikan kejadian bangunan roboh tidak terjadi lagi," kata Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri.

Menurutnya, bangunan yang memprihatinkan ketika dipakai anak- anak dalam jumlah banyak, memiliki risiko kecelakaan atau memakan korban ketika terjadi bangunan roboh.

Ia merinci ruang kelas sekolah yang rusak di provinsi ini. Untuk SMA negeri sebanyak 177 dan swasta 94 ruangan dengan kondisi ruang kelas rusak berat. Total ada sebanyak 13.621 ruang kelas SMA (negeri 9.317, swasta 4.304) dari jumlah sekolah 867 (negeri 360 swasta 507).

Sementara, untuk tingkat SMK negeri terdapat 1.432 dan swasta 6.002 bangunan rusak berat. Total ruang kelas SMK di Jateng ada 24.372 (negeri 6.608, swasta 17.764) dari jumlah 1.591 (negeri 235, swasta 1.356) sekolah SMK.

Selanjutnya, di SLB negeri ada bangunan rusak sebanyak 38 dan swasta 39 ruangan. Total ruang kelas yang ada sebanyak 1.985 (negeri 664, swasta 1.321) dari sebanyak 189 (negeri 39, swasta 150) jumlah SLB.

"Sementara ruang kelas yang kondisinya baik dari SMA/SMK dan SLB negeri di Jateng berjumlah 8.780 ruangan. Untuk swasta ada 9.883," imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada, dari 35 kabupaten/kota ruang kelas dengan kondisi rusak berat baik SMA dan SMK negeri ada di Kota Semarang. Dengan rincian 24 ruang kelas SMA dan 169 SMK negeri rusak berat.

"Kenapa banyak ruang kelas sekolah yang rusak? ada beberapa faktor. Bisa karena usia bangunan sekolah yang sudah cukup tua. Selain itu, banyak sekolah yang belum dalam konstruksi tahan gempa, berada di daerah rawan bencana dan juga salah perencanaan konstruksi saat pembangunan," jelasnya.

Persoalan-persoalan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan sarpras pendidikan ke depan.

Pada 2019 lalu, kata dia, Pemprov Jateng sudah menganggarkan untuk perbaikan sarana prasarana sekolah. Namun, karena keinginan meningkatkan mutu dan kualitas sarana prasarana pendidikan, anggaran untuk 2020 akan ditingkatkan.

"Pada 2019 lalu, anggaran untuk sarpras pendidikan di Jawa Tengah sebesar Rp181,2 miliar, tahun depan anggaran sarpras di Jateng akan meningkat menjadi Rp289,9 miliar," Jumeri menambahkan.

Total anggaran itu lanjut dia akan digunakan untuk pembangunan sarpras di SMA/SMK/SLB Negeri Jateng. Rinciannya, untuk sarpras SMK negeri dianggarkan Rp257,4 miliar, SMA negeri sebesar Rp29,7 miliar dan SLB Negeri Rp2,7 miliar.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved