Sepanjang November 2019, 80 Perempuan Warga Kabupaten Semarang Ajukan Diri Jadi Janda

Sepanjang November 2019 terdapat 80 cerai gugat, 22 cerai talak, 1 asal-usul anak, 1 pengesahan perkawinan, 1 penguasaan anak, dan 2 izin poligami.

Sepanjang November 2019, 80 Perempuan Warga Kabupaten Semarang Ajukan Diri Jadi Janda
Tribun Jateng/ Amanda Rizqyana
Suasana di ruang registasi Pengadilan Agama (PA) Ambarawa Kabupaten Semarang pada Rabu (27/11/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dian (32), karyawan swasta asal Ungaran Barat Kabupaten Semarant harus mengakhiri rumah tangganya dengan Bagus (34), suaminya meski mereka telah memiliki buah hati berusia delapan tahun.

"Saya merasa sudah tidak sevisi-misi dengan suami saya. Kami sudah tidak seprinsip," ujarnya saat ditemui pada Kamis (27/11/2019) siang.

Ia sudah merasa tidak ada kecocokan dengan suaminya selama lebih kurang dua tahun belakang.

Dian sudah melakukan mediasi internal antara ia dan suaminya berikut dengan keluarga.

"Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal, saya dan suami memutuskan berpisah baik-baik," tuturnya.

Viral Kakek 70 Tahun Nikahi Janda Muda 28 Tahun dengan Mahar Rp 50 Ribu, Berawal dari Hutan

Sementara itu, Widat selaku Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Ambarawa Kabupaten Semarang menyatakan sepanjang November 2019 terdapat 80 cerai gugat, 22 cerai talak, 1 asal-usul anak, 1 pengesahan perkawinan, 1 penguasaan anak, dan 2 izin poligami.

"Memang ada tren cerai gugat lebih tinggi dari cerai talak. Kemungkinan karena faktor ekonomi," jawabnya.

Jangan Percaya Tawaran Lolos CPNS, Seorang Janda Raup Rp 1 Miliar Hasil Penipuan

Faktor perusahaan di Kabupaten Semarang yang lebih banyak membutuhkan karyawati untuk mengisi lowongan di garmen membuat lowongan pekerjaan untuk laki-laki lebih sedikit.

Hal tersebut mempengaruhi kestabilan keuangan keluarga yang berdampak dengan harmonisme keluarga.

Meski demikian Widat menggarisbawahi bahwa faktor akhlak di keluarga yang mempengaruhi tingginya angka perceraian.

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang Muzzayin Arif menyatakan tingginya angka cerai gugat karena ada sejumlah pria yang berbuat olah.

Video Janda Tipu CPNS Ditangkap

Ia mendukung para wanita yang bereaksi dengan memberi peringatan hingga menggugat cerai bila ada suaminya berbuat serong maupun berbuat maksiat.

"Tren lelaki memiliki dana untuk bersenang-senang juga bisa memicu tingginya angka gugat cerai," ungkapnya. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved