Breaking News:

Tim Advokasi Petambak Losari Brebes Akan Tempuh Jalur Hukum Kembalikan Lahan yang Terkena Abrasi

Ratusan petambak di beberapa desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, kehilangan lahan tambaknya karena abrasi.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
Tribun Jateng/M Zainal Arifin
Petambak di Desa Limbangan, Losari, Brebes, menunjukkan lahan tambak yang hilang terkena abrasi, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Ratusan petambak di beberapa desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, kehilangan lahan tambaknya karena abrasi.

Kondisi tersebut terjadi sejak 30 tahun lalu dan hingga kini belum ada penanganan oleh pemerintah.

Kuasa hukum advokasi para petambak di Losari, Evi Risnayanti mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur diplomasi dengan para pengampu kepentingan mulai dari bupati, gubernur, hingga menteri.

Namun jika tidak ada hasil, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk mengembalikan lahan para petambak.

"Jalur hukum akan kami tempuh sebagai upaya terakhir jika semua upaya sebelumnya yang kami lakukan tak membuahkan hasil," kata Evi, usai pelatihan advokasi agraria dan lingkungan untuk petani tambak di lapangan Desa Limbangan, Losari, Brebes, Kamis (28/11/2019).

Bagikan 1.966 Sertifikat PTSL di Desa Wotan, Bupati Pati : Alhamdulillah Tidak Ada Lapor-Melapor

Masuki Revolusi Industri 4.0, SMP Negeri 3 Bojong Pekalongan Ujian Sekolah Pakai Android

Tersengat Listrik saat Pasang Atap, Hawin Terjatuh dan Derita Luka Bakar

Maraknya Pernikahan Dini di Tegal Disebabkan Hamil di Luar Nikah

Berbagai upaya tersebut, katanya, harus dilakukan mengingat para petambak sudah kehilangan lahan sangat lama yakni 30 tahun.

Padahal, tambak-tambak yang hilang menjadi laut itu merupakan sumber mata pencaharian.

Ia menyebutkan, data di Desa Limbangan pada 2004 jumlah lahan tambak hanya tersisa 7 persen saja dari total 363 hektar lahan tambak yang ada.

Sebagian besar lahan sudah hilang terkikis sejak selesai pembangunan bendungan Sungai Cisanggarung pada 1988-1990.

"Kemudian tidak terpeliharanya drempel dan pintu 5 selama kurun waktu lebih dari 30 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved