LOWONGAN KERJA DEMAK : Bawaslu Demak Buka Lowongan 84 Panwascam Pilkada 2020
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Khairul Soleh, mengatakan, pihaknya akan menelusuri rekam jejak pelamar
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Khairul Soleh, mengatakan, pihaknya akan menelusuri rekam jejak pelamar panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang dibuka mulai Rabu (27/11).
Pada hari pertama pendaftaran dibuka, sudah ada 15 pelamar.
Ditemui di kantor Bawaslu Demak, Khairul mengatakan, panitia mengutamakan pelamar yang menguasai regulasi terkait pengawasan pemilu.
Mereka juga harus memiliki integritas terhadap pekerjaan dan jabatan.
"Misalnya, pelamar itu sudah memiliki pengalaman menjadi pengawas pemilu, kami akan tetap mencari tahu track record-nya, baik itu yang dibawah KPU maupun jajaran kami," kata Khairul, Rabu.
Menurut Khairul, rekam jejak tersebut bisa ditelusuri lewat wawancara langsung serta meminta masukan dari masyarakat.
"Jika dalam wawancara tersebut, menurut penilaian panitia, perilaku (pelamar) saat menjadi pengawas sebelumnya tidak bagus dan dinyatakan tidak memiliki integritas maka kami tidak akani meloloskannya," terangnya.
Khairul mengatakan, antusias warga menjadi pengawas dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 tinggi.
"Dibuktikan dengan hari pertama pendaftaran, sudah ada 20 orang yang datang.
Dari jumlah itu, 15 orang sudah mengembalikan berkas persyaratan menjadi pengawas kecamatan, sementara lima orang lainnya baru menanyakan persyaratan dan mengambil formulir pendaftaran," imbuhnya.
Bawaslu Demak membutuhkan minimal enam pengawas untuk masing-masing kecamatan. Ada 14 kecamatan di Kabupaten Demak.
Jika hingga waktu pendaftaran berakhir jumlah pelamar tak memenuhi target, pihaknya bakal memperpanjang pendaftaran.
"Pendaftaran lowongan Panwascam kami buka mulai 27 November hingga 3 Desember 2019 mendatang," jelasnya.
Sementara, seorang pendaftar, Setiadi (37), mengaku ingin terlibat dalam gelaran Pilkada 2020 sebagai pengawas di tingkat kecamatan. Sebelumnya, dia pernah menjadi panwascam dalam Pemilu 2019.
Dia berharap, keterlibatannya dalam pengawasan dapat turut menghasilkan pemimpin daerah yang baik.
"Saya berharap, kami bisa memperoleh bupati dan wakil yang terbaik, siapapun dan berapapun calonnya," terangnya.
Sementara, jelang pelaksanaan pilkada 2020, Bawaslu Demak menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait, semisal Kesbangpolinmas, Satpol PP, serta mahasiswa, di aula Hotel Citra Alama, Kamis (28/11).
Dalam acara tersebut dipetakan pelanggaran yang mungkin terjadi sehingga perlu langkah antisipasi atau pencegahan.
"Pada Pemilu 2019, yaitu pemilihan legislatif dan presiden, kami menemukan di antaranya mobil dinas berada pada acara partai.
Hal tersebut akan menjadi satu bahan pencegahan kami dalam mempersiapan Pilkada 2020," jelas Ketua Bawaslu Demak Khairul, Kamis.
Ia berharap, masyarakat turut berperan serta dalam pengawasi pelaksanaan pilkada. Termasuk, berani melaporkan pelanggaran saat penyelenggaraan pemilu berlangsung.
"Warga bisa melaporkan melalui laman media sosial kami atau ke pengawas di tingkat desa/kecamatan, bisa juga langsung datang ke kantor Bawaslu Demak," jelasnya.
Bawaslu Demak akan melakukan pencegahan pelanggaran lewat sosialisasi kepada masyarakat maupun tim pemenangan calon kepala daerah yang berkompetisi, hingga tingkat desa.
"Kami juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar menggunakan media sosialnya secara bijak. Jangan segan menjadi pengawas penyelenggaraan pemilu dan memastikan hak politik setiap warga terpenuhi," pintanya. (ivo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bawaslu-demak-melakukan-rapat-koordinasi-dengan-mitra-kerja-dalam-upaya-pencegahan-pelanggaran.jpg)