Kronologi HS Dihajar 5 Kawannya saat Nongkrong hingga Tewas, Polisi Ungkap Motifnya

Rekonstruksi dilakukan tempat kejadian, yakni di bendungan Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan

Kronologi HS Dihajar 5 Kawannya saat Nongkrong hingga Tewas, Polisi Ungkap Motifnya
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Rekonstruksi pembunuhan oleh kawanan anak punk di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Senin (2/12/2019). 

Di situ kemudian SRA meninggalkan korban dan AHP berdua semalam suntuk.

Esoknya, SRA mendatangi kedua kawannya yang berada di bendungan.

Saat datang, SRA sempat ingin memgganti baju korban, namun karena melihat kondisi korban semakin parah, kemudian AHP dan SRA melarikan korban ke RSUD Kartini Jepara.

Sampai di rumah sakit, ternyata nyawa korban tidak tertolong.

HS tutup usia setelah dihajar habis-habisan oleh tangan kawannya sendiri.

"Iya, saya kenal baik dengan korban," ujar AHP di lokasi rekonstruksi.

Di rumah sakit, AHP mengaku sedih saat menyaksikan kawannya meregang nyawa.

Di saat yang sama, SRA yang turut mengantar korban ke rumah sakit tengah mengurus pendaftaran korban di rumah sakit.

"Saya sedih saat tahu dia meninggal," kata AHP.

Selama rekonstruksi, para pelaku yang masing anak-anak ini didampingi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara.

Penasehat hukum mereka juga turut mendampingi.

Sementara, dari keterangan Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana melalui Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Dionisius Yudi Christiano, bahwa kejadian ini dilatarbelakangi oleh korban HS yang merusakkan motor milik seorang perempaun berinisial N.

Saat HS meminjam motor N, terlibat kecelakaan dan motor mengalami kerusakan.

N meminta HS mengganti kerusakan, namun ternyata permintaan itu diabaikan HS.

"N ini ternyata pacar dari salah satu pelaku yang berinisial F," ujar Dionisius.

Kejadian pengeroyokan itu, lanjutnya, terjadi pada Rabu 20 November 2019.

Sepanjang pengeroyokan, N juga berada di lokasi. Hanya saja dia tidak terlibat.

Para pelaku itu diancam hukuman 15 tahun penjara. Sebagaimana Pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHPidana.

Untuk dua pelaku, B dan F yang sampai saat ini belum ditangkap, masih tetap diburu.

"Tetap kami cari. Nama-nama sudah kami kantongi kok," tambah Dionisius. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved